Ketua DPRD OI Ini Akhirnya Divonis 10 Bulan Percobaan

Ketua DPRD OI Drs H Ahmad Yani mengikuti sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) KayuagungKayuagung, Surya Post.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kayuagung akhirnya hanya  menjatuhkan vonis 10 bulan massa percobaan kepada terdakwa Ketua DPRD OI Drs H Ahmad Yani dalam perkara kasus penipuan terhadap saksi korban Alex, dengan kerugian mencapai Rp 1,4 Miliar.

Vonis tersebut sangat ringan dibandingkan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Solahudin, yang menuntut terdakwa agar di jatuhi hukuman penjara selama 3 tahun.

Vonis tersebut dibacakan oleh majelis hakim yang diketuai oleh Dominggus Silaban SH, Hakim anggota  H Jeily S SH  dan Irma H Nasution, pada sidang dengan agenda pembacaan putusan di PN Kayuagung, Rabu (22/4/2015).Yang sebelumnya kedua belah pihak, telah melakukan perdamaian.

“Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi dan fakta dipersidangan, bahwa terdakwa terbukti bersalah telah melakukan tindak pidana penipuan terhadap saksi korban Alex hingga mengalami kerugian Rp 1,4 miliar,” kata Hakim Dominggus saat memabacakan amar putusan.

Majelis Hakim memandang, bahwa Terdakwa sebagai Ketua DPRD OI tidak mempunyai kewenangan untuk mengurus izin operasi perusahaan perkebunan sawit di wilayah OKI. “Saat saksi korban menawarkan agar terdakwa membantu pengurusan izin, seharusnya terdakwa menolaknya karena itu bukan kewenanganya, apalagi kawasan yang akan bangun kebun sawit oleh perusahaan itu merupakan kawasan resapan air agar tidak terjadi banjir, tetapi sebalikanya terdakwa  menerima tawaran saksi korban,” lanjut Majelis Hakim.

Dalam perkara tersebut menurut majelis hakim yang meringankan terdakwa diantaranya, terdakwa sudah melakukan perdamaian dengan saksi korban Alex, kemudian selama proses persidangan sangat koperatif dan sopan, meski demikian perdamaian tidak menghapus tidak pidana yang dilakukan terdakwa. “Dari hasil musyawarah majelis hakim pada, Senin (20/4), bahwa terdakwa terbukti secara sah melakukan tindak pidana penipuan, majelis hakim menjatuhkan vonis  selama 10 bulan masa percobaan,” tegas majelis sambil mengetuk Palu.

Atas putusan tersebut, terdakwa Ahmad akan memanfaatkan waktu selama 7 hari untuk pikir-pikir. “Kami akan memanfaatkan waktu yang diberikan majelis hakim untuk pikir-pikir terkait putusan ini,” kata Ahmad didampingi tim kuasa hukumnya Iswadi Idris, Sutrisno dan Andre susano.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kayuagung Viva Hari Rustaman, mengatakan bahwa Jaksa penuntut Umum akan pikir-pikir dan pasti mengajukan banding. “Kita pikir-pikir tapi pasti akan mengajukan banding,” kata Viva singkat.

Sebelumnya, Ketua DPRD Ogan Ilir Drs Ahmad Yani harus duduk di Kursi Pesakitan Pengadilan Negeri Kayuagung karena, diduga telah melakukan penipuan terhadap korban Alex bin Mahmud warga Kelurahan Lawang Kidul Barat Kecamatan Ilir Timur II Palembang yang bekerja sebagai Humas PT Meta Pupus Sarana Agro.

Ahmad Yani yang juga adik ipar Bupati Ogan Ilir Ir H Mawardi Yahya ini diduga telah menipu korban pada tahun 2012-2014 dengan kerugian sekitar Rp 1,4 milyar. Modusnya, terdakwa mengaku bisa membantu korban untuk mendapatkan surat izin prinsip dari Bupati Ogan Ilir karena perusahaan korban akan membuka perkebunan sawit di Kecamatan Muarakuang Ogan Ilir.

Namun hingga kini, surat izin prinsip yang disepakati tidak kunjung keluar. Korban mengaku rugi Rp 1,4 milyar yang diserahkan ke terdakwa. Penyerahan uang itu dilakukan 3 tahap yakni tahap I Rp 200 juta via transfer, tahap II Rp 600 juta diantar ke rumah terdakwa dan tahap III Rp 600 juta diserahkan melalui keluarga terdakwa. (and) 




Tinggalkan Balasan