Komnas HAM Ungkap Beda Senpi Polisi dan Diklaim Milik Laskar FPI, Brigjen Andi Sebut 4 Senjata Lain

Palembang,Surya Post

Belum berani memberikan kesimpulan soal kepemilikan senjata api atau Senpi milik polisi dan diklaim milik Laskar FPI, namun Komnas HAM ungkap ada perbedaan mencolok antara Senpi milik polisi dan FPI. Makanya Komnas HAM akan mengundang ahli dan referensi referensi lain.Tentunya Komnas HAM butuh data pembanding dari apa yang telah diberikan keterangan oleh penyidik Bareskrim Mabes Polri terjadi senjata api milik Laskar FPI.Sementara itu, Brigjan Pol Andi Rian yang memimpin pemeriksaan menegaskan, jika pihaknya sudah membuka semuanya terkait senjata api dan juga bentrok antaran petugas kepolisian dan Laskar FPI di Tol Cikampek beberapa waktu lalu.Menurut polisi senjata api milik FPI ada dua, sementara milik polisi ada empat senjata yang sudah uji balistik dan diperiksa tim forensik.

Berikut ini beberapa fakta keterangan versi Komnas HAM terkait Senpi milik polisi dan yang diklaim polisi milik Laskar FPI berdasarkan data yang dikutip dari tribunnews dan kompas.com.Seperti diketahui,Tim Penyelidik Komisi Nasional Hak Asasi Manusia ( Komnas HAM) selesai melakukan pemeriksaan sejumlah barang bukti dalam peristiwa tewasnya enam laskar Front Pembela Islam ( FPI) yang ditembak polisi dari Polda Metro Jaya.Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara menyebutkan, dalam pemeriksaan pada Rabu (23/12/2020), penyidik Bareskrim membawa sejumlah barang bukti seperti senjata api, senjata tajam, dan handphone.Total ada 6 buah senjata api yang dibawa penyidik Bareskrim Polri ke Kantor Komnas HAM di Menteng, Jakarta Pusat.

“Empat (senjata) milik anggota kepolisian. Dan dua yang diklaim polisi sebagai milik FPI,” kata Beka kepada Kompas.com, Rabu malam.Beka menyebutkan, ada perbedaan antara empat senjata milik polisi dan dua senjata yang diklaim sebagai milik laskar FPI.Empat senjata milik polisi adalah senjata pabrikan, sementara milik FPI adalah non-pabrikan.Namun, Komnas HAM belum mengambil kesimpulan apakah dua senjata itu adalah milik FPI atau bukan.”Belum. Kami masih belum menyimpulkan. Ini kan tadi baru minta keterangan dan mendetilkan beberapa hal yang ada di dalamnya. Misalnya soal senjata api, apakah itu sudah diperiksa diuji balistik atau belum, kemudian forensik,” ujar Beka.Beka menyebutkan, pihaknya akan meminta keterangan ahli untuk meneliti lebih jauh terkait senjata api tersebut.

“Kami kan punya beberapa pengalaman soal senjata api. Bagaimana klasifikasinya dan keterangannya. Kami bisa mengundang ahli dan referensi referensi lain,” ujarnya.Sementara untuk senjata tajam, ada empat yang ditunjukkan penyidik Bareskrim ke Komnas HAM. Keempat senjata tajam itu berjenis pedang, celurit, hingga tongkat yang ujungnya runcing.Keempatnya juga diklaim polisi sebagai milik laskar FPI. Lalu ada tujuh handphone milik enam laskar FPI yang ditunjukkan penyidik Bareskrim.Komnas HAM juga sudah mengakses isi di ketujuh handphone tersebut dan menemukan titik terang terkait timeline kejadian. Komnas HAM juga mendapatkan rekaman yang sebelumnya sudah beredar di publik.”Di handphone soal timeline saja. Seperti mengkonfirmasi voice note yang banyak beredar tersebut,” ucap Beka.Pemeriksaan terhadap penyidik Bareskrim dan sejumlah barang bukti tadi berlangsung selama enam jam.Beka menyebutkan, pemeriksaan dimulai pukul 10.30 WIB dan baru rampung pukul 16.30 WIB.

Penyidik Bareskrim yang hadir sekitar 30 orang.Saat ini, menurut Beka, seluruh barang bukti berupa senjata api, senjata tajam dan handphone milik keenam laskar FPI sudah dibawa lagi oleh Bareskrim.Namun Komnas HAM bisa memintanya lagi jika dibutuhkan.Pada peristiwa di Tol Jakarta-Cikampek pada 7 Desember 2020 dini hari, sebanyak enam anggota laskar FPI tewas ditembak polisi. Ketika itu, para laskar FPI mengawal rombongan pemimpinnya, Rizieq Shihab.

Keterangan Brigjen Andi Rian

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirttipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian bersama jajaran penyidik dan petugas Puslabfor telah memenuhi pemanggilan Komnas HAM terkait kasus tewasnya enam laskar FPI oleh kepolisian.Berdasarkan pengamatan Tribunnews di kantor Komnas HAM pada Rabu (23/12/2020) sore, Andi tampak ditemani oleh puluhan penyidik dari Bareskrim Polri ataupun tim dari Puslabfor.Berdasarkan pengamatan Tribunnews di kantor Komnas HAM pada Rabu (23/12/2020) sore, Andi tampak ditemani oleh puluhan penyidik dari Bareskrim Polri ataupun tim dari Puslabfor.Pemeriksaan berlangsung selama 6 jam lebih yang dimulai dari pukul 10.00 WIB hingga pukul 16.30 WIB. Menurut Andi, kedatangannya hari ini untuk memberikan keterangan barang bukti yang disita penyidik dalam kasus tersebut.

“Bahwa hari ini dari pagi sampai jam kurang lebih 16.30 WIB kita menyampaikan membuka dan memaparkan barang bukti yang sudah disita oleh penyidik,” kata Andi di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Rabu (23/12/2020).Ia mengungkapkan sejumlah barang bukti yang dibawa petugas adalah senjata api, senjata tajam, hingga rekaman suara atau voicenote milik 6 orang laskar FPI yang tewas.”Untuk senjata api itu ada 4 senjata petugas pabrikan. Ada juga dua senjata non pabrikan yang bentuknya revolver. Kemudian untuk sajam itu ada samurai, katana, kemudian ada celurit, ada tongkat yang ujungnya runcing dan ada tujuh HP,” pungkasnya.Diberitakan sebelumnya, hari ini Rabu (23/12/2020) Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI mengagendakan untuk meminta keterangan kepada petugas Puslabfor Bareskrim Polri soal senjata tajam, senjata api, dan ponsel terkait tewasnya enam Laskar FPI oleh Kepolisian.

Komisioner Komnas HAM RI sekaligus Ketua Tim Penyelidikan M Choirul Anam mengatakan permintaan keterangan tersebut akan dilakukan di Kantor Komnas HAM RI.Anam mengatakan keterangan sebelumnya telah diberikan pada waktu pemeriksaan Kapolda Metro Jaya dan Reskrim Mabes Polri.”Terakhir, kami mengucapkan terima kasih kepada Bareskrim Mabes Polri dan berharap komitmen keterbukaan yang telah disampaikan terimplementasi dengan baik,” kata Anam.Dalam rekonstruksi pada 14 Desember, polisi menggambarkan bahwa anggota laskar FPI yang terlebih dahulu menyerang dan menembak polisi saat kejadian.Menurut polisi, dua anggota laskar FPI tewas setelah baku tembak.Empat anggota laskar FPI lainnya ditembak setelah mencoba merebut senjata polisi di dalam mobil.

Bareskrim Polri mengungkapkan, total terdapat 18 luka tembak di enam jenazah anggota laskar FPI.Selain itu, tidak ada tanda kekerasan yang ditemukan pada keenam jenazah. Polisi mengatakan, hasil rekonstruksi belum final.Tak menutup kemungkinan dilakukan rekonstruksi lanjutan jikga ada temuan baru.Di sisi lain, pihak FPI membantah anggotanya menyerang dan menembak polisi terlebih dahulu.FPI menyebut polisi tak berseragam dengan sejumlah mobil lebih dulu melakukan pengadangan.Laskar pengawal Rizieq kemudian berusaha menyingkirkan mobil yang tak diketahui identitasnya tersebut.Lalu satu mobil yang ditumpangi 6 laskar FPI terpisah dari rombongan utama. FPI juga memastikan, anggota laskar tidak dilengkapi senjata api.(Sripoku.com)