Kurir Sabu Berharap Upah Dijanjikan Rp. 5 Juta dari Riau Gagal ke Palembang

 

EMPAT LAWANG, Surya Post.Co – Berharap dapat upah Rp. 5 yang dijanjikan oleh pengorder untuk bawa Sabu dari Riau ke Palembang, nasib apes yang dialami Ahirrurohim alias Heru (37), dia terpaksa bermalam di Hotel Prodeo Mapolres Empat Lawang, karena menyimpan paket besar narkotika jenis sabu seberat 86 gram.

Tersangka dengan mengendarai mobil New Avanza warna putih bernopol BM 1734 RM, Jumat (13/11) sekira jam 22.30 wib. Saat melintas di Jalan Lintas Tengah Sumatera (Jalintengsum), depan Pos Pol Muara Saling, Kecamatan Saling, Empat Lawang dicegat anggota Satreskrim Polres Empat Lawang yang menggelar Razia Sasaran 3C. “Disaat digeledah Tim Razia, ternyata tersangka menyimpan narkotika jenis Sabu paket besar 86 gram di kantong celana sebelah kanan. Bila barang haram ini dirupiahkan berkisar Rp.50 juta,” kata Kapolres Empat Lawang, AKBP Wahyu melalui Kasat Reskrim, Kompol Mursal Mahdi, kemarin (14/11).

Selain itu, petugas juga mengamankan barang bukti berupa 2 KTP atas nama tersangka yang berbeda alamat. 1 KTP alamat Palembang di Jln Pertahanan, RT 39/RW 12 Kelurahan 16 Ulu, Kecamatan SU II, Palembang dan satunya alamat Dumai di Jln. Paus Gg. Sentosa, RT 14 Kelurahan Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai, Riau.

Didapat Barang bukti lainnya yang diamankan 1 paket kecil sabu, 1 mobil New Avanza 1.3g M/T tahun 2014 warna putih BM 1734 RM atas nama Sugiman, 1 STNK mobil New Avanza, 1 HP Vivo warna merah maron, 1 alat diduga penghisap sabu dari botol air mineral merk LeMineral, 2 buah pirek dan 1 buku catatan tersangka.

“Saat ini barang bukti dan tersangka sudah dibawa ke Polres Empat Lawang guna proses lebih lanjut dan diserahkan perkaranya ke Satuan Reserse Narkoba,” ungkap Mursal.

Kasatres Narkoba, Iptu Rusdianto membenarkan adanya penangkapan satu orang pelaku narkoba oleh jajaran Satreskrim. Tersangka diduga kurir dan membawa sabu dari Riau yang rencananya akan diantar ke Palembang.

“Berdasarkan pengakuan tersangka Heru, dia mendapat upah Rp5 juta jika berhasil mengantarkan barang tersebut. Tapi dia baru menerima upah untuk oprasional Rp1,5 juta. Sisanya akan dibayar setelah barang tersebut berhasil diantarkan,” bebernya.

Atas perbuatanya tersangka akan dijerat dengan pasal 114 dan pasal 112 undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. (red)