Mabes Polri Ambil Alih Kasus Pelanggaran Protokol Kesehatan Rizieq Shihab

Jakarta,Surya Post

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Andi Rian Djajadi mengatakan, Mabes Polri akan mengambil-alih penanganan kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan yang dtuduhkan kepada pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab (55).Rizieq Shihab saat menjalani masa tahanan di Rumah Tahanan Narkoba Poda Metro Jaya. Rizieq Shihab ditahan menghuni ruangan khusus, dan masa penahanan untuk 20 hari akan berakhir 31 Desember mendatang.Bareskrim Polri akan mengambilalih penanganan kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan kerumunan yang terjadi di wilayah Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Barat.

“Karena kan kasus kerumunan itu ada terjadi di Jakarta, di Jawa Barat dan di Banten. Mengingat dia mencakup semua wilayah, maka disatukan di Bareskrim,” kata Brigjen Pol Andi Rian seperti dikutip Triibunnews.com di Jakarta, Jumat (18/12/2020).Andi Rian mengatakan, penyidikan akan dilakukan langsung di bawah tim yang dipimpinannya. Pengambil-alihan dengan pertimbangan efektifitas penyelidikan.”Kan locus (tempat) dan tempus-nya (waktu) berbeda. Hanya karena menyangkut protokol kesehatan, ada di masing-masing wilayah efektivitas ditarik penanganannya ke Bareskrim,” katanya.Jenderal bintang satu ini menuturkan, penyidikan akan melibatkan penyidik dari Polda dan jajaran. “Kita buat sprin (surat perintah) petugas yang baru aja. Petugasnya komposisinya tetap melibatkan wilayah,” katanya.

Rizieq Shihab ditahan

Rizieq Shihab saat ini ditahan penyidik Polda Metro Jaya setelah menjalani pemeriksaan sejak hari Sabtu (12/12/2020) sampai Minggu dinihari. Usai pemeriksaan, Rizieq langsung mengenakan rompi oranye dengan tangan terborgol kabel plastik ataucable ties. Saat itu, Rizieq Shihab menjalani pemeriksaan sekitar 12 jam untuk menjawab 84 pertanyaan oleh penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya. “Di dalam pemeriksaan, penyidik memberikan 84 pertanyaan kepada tersangka MRS,” kata Kepala Divisi Humar Polri Irjen Argo Yuwono, ketika itu.Seusai menjalani pemeriksaan, Rizieq Shihab langsung ditahan di Rutan Narkoba Polda Metro Jaya.Menurut Argo, alasan penahanan terbagi menjadi dua, yakni objektif dan subjektif. Terkait alasan objektif, Rizieq Shihab ditahan karena ancaman hukumannya di atas enam tahun penjara.

“Untuk (alasan) subjektif agar pertama tidak melarikan diri, tidak menghilangkan barang bukti dan tidak mengulangi perbuatan,” kata Argo.”Selain itu tentunya juga untuk memudahkan proses penyidikan,” tambahnya.Terkait status penahanan, selain ada tekanan dari simpatisan dan pendukung agar Rizieq Shihab dilepaskan dari tahanan, ; sejumlah politisi juga meminta Polri mengeluarkan Rizieq Shihab dari tahanan.Bahkan tuntutan agar dibebaskan dari tahanan dilakukan dalam rangkaian aksi unjukrasa di berbagai kota di seluruh Indonesia. Jumat (18/12/2020) siang, massa pendukung Rizieq Shihab menggelar Aksi-1812. Aksi yang semula ditujukan ke depan Istana Presiden di kawasan Monas Jakarta.Aksi-1812 ini akhir dibubarkan sebelum digelar, karena memang tidak mempunyai izin. Dikabarkan puluhan, bahkan jumlahnya mencapai ratusan pengunjukrasa ditangkap karena melawan petugas.

Sementara kalangan politisi yang meminta Rizieq Shihab dibebaskan, diantaranya disampaikan mantan Ketua MPR RI Amien Rais. Kamis lalu, Amien Rais datang ke Mabes Polri dan menyerahkan surat pernyataan ingin menjadi penjamin untuk penangguhan penahanan Rizieq Shihab.Dukungan lain juga datang dari angggota DPR RI, diantaranya dari anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKS, Aboebakar Al-Habsy.  Aboebakar menyatakan siap menjadi penjamin untuk penangguhan penahanan Rizieq Shihab. Aboe menyayangkan jika tuduhan protokol kesehatan, tersangkanya dilakukan penahanan.”Karena kalau kita lihat selama Pilkada kemarin Satgas Covid-19 mencatat adanya 178.039 tidak ada satupun yang diproses pidana. Bisa jadi HRS ini adalah orang pertama yang ditahan lantaran protokol Kesehatan,” kata Aboebakarm beberapa saat setelah Rizieq Shihab ditahan.Namun demikian, Aboebakar menyatakan mengormati proses hukum yang dilakukan kepolisian. Apalagi Rizieq Shihab sendiri bersikap demikian, dan menerima statsu penahanan itu dan mengaku diperlakukan dengan baik oleh petugas.

“Saya siap menjadi penjamin untuk penangguhan penahanan beliau, hal ini tentu sesuai dengan ketentuan pasal 31 KUHP. Dimana pada seorang tersangka dapat diajukan penangguhan penahanan,” kata Aboebakar.Sekjen DPP PKS itu mengatakan, penangguhan penahanan dapat diberikan dengan tiga syarat. Pertama, tidak akan mengulangi tindak pidana yang disangkakan.Kedua, tidak menghilangkan barang bukti dan ketiga, tidak akan melarikan diri.”Saya melihat tiga syarat itu dapat dipenuhi oleh HRS, sehingga seharusnya penangguhan penahanan dapat dilakukan oleh penyidik. Namun tentunya semua akan kembali kepada penyidik, karena mereka yang memiliki kewenangan untuk mengabulkan atau tidak pengajuan penangguhan penahanan tersebut,” tuturnya.(Sripo.com)