Melihat Kehidupan Asli Suku Sasak Sade Di Pulau Lombok

Indonesia dikenal memiliki keragaman budaya yang sangat unik dan bagus untuk kita telusuri. Salah satunya di Pulau Lombok, yakni Desa Adat Sasak Sade. yang tetap mempertahankan budaya leluhur secara turun temurun tanpa terpengaruh oleh zaman modern. Oke langsung pada inti pembahasan tentang suku sasak sade.Menurut catatan sejarah, suku Sasak yang merupakan penduduk asli Lombok ini berasal dari keturunan Austronesia pada tahun 5.000 SM diperkirakan bermigrasi ke Asia Tenggara . Karena lokasinya yang bertetangga dengan Pulau Bali, suku Sasak Lombok memiliki kebudayaan yang hampir sama(mirip) dengan  Bali. Bedanya, mayoritas suku Sasak Lombok merupakan pemeluk agama Islam. Tak heran, Lombok sendiri disebut juga sebagai Pulau Seribu Masjid.

sasakIslam yang dipeluk oleh suku Sasak merupakan asimilasi antara kepercayaan Islam dengan budha,hindu dan kepercayaan tradisional animisme-dinamisme, atau sering disebut sebagai Islam Wektu Telu. Suku Sasak sendiri saat ini mendominasi sekitar 80% jumlah penduduk Lombok.Sebagian besar masyarakat Sasak Sade berprofesi sebagai petani dan peternak, sementara para perempuan menenun kain khas Lombok. Perempuan Sasak diwajibkan bisa menenun kain. Di desa wisata Sade ini pun kita bisa belajar menenun kain tenun khas Lombok dengan peralatan yang masih asli, mulai dari benang dan alat penenunnya.

Keunikan lain dari desa adat Sade adalah bentuk rumah khas suku Sasak yang terbuat dari kayu dan beratap alang-alang. Rumah adat ini disebut dengan Bale Tani. Bangunannya terdiri dari tiga bagian, yaitu ruang tamu atau Berugak, bagian dalam yang disebut Bale Dalam dan Bale Luar, serta lumbung padi di bagian dalam yang disebu Bale Lumbung.Rumah-rumah adat suku Sasak di desa adat Sade ini masih sangat tradisional dan unik. Lantainya yang terbuat dari tanah liat, dibersihkan dengan kotoran sapi tanpa meninggalkan bekas maupun bau. Tarian dan musik khas Sasak juga masih terjaga di desa ini, seperti Bau Nyale dan Paresean.

Sebelum perayaan Bau Nyale, biasanya digelar beberapa kesenian dan acara tradisional seperti betandak (berbalas pantun), bejambik (pemberian cendera mata kepada kekasih), dan Belancaran (pesiar dengan perahu). Festival ini sudah menjadi agenda tahunan pariwisata Lombok dan mampu menarik wisatawan lokal maupun asing.Paresehan merupakan pertarungan adat dua pria dengan senjata rotan dan perisai dari kulit sapi. Paresean ini hampir mirip dengan Perang Pandan yang ada di Desa Tenganan, Bali. Paresehan menjadi bukti bahwa masyarakat adat Lombok masih memegang teguh kebudayaan nenek moyang.oke tunggu apa lagi berkunjunglah ke lombok island 😀 (blogspot.co.id)