“Mengadu”, Buruh Cinta Manis Sambangi DPRD

Ogan Ilir, Surya Post.

Perwakilan Buruh Harian PT PN VII Cinta Manis datangi Komisi II DRPD Ogan Ilir, Senin (11/5) terkait adanya wacana perusahaan plat merah akan berlakunya Outsourcing terhadap para buruh harian perusahaan tersebut.

Dedi Krisna Ketua Pengurus Harian buruh PT PN VII Cinta Manis didampingi Arafik mengatakan adanya wacana akan masuk perusahaan outsourcing dalam hal ini PT Smart yang akan mengakomodir kisaran 500 buruh harian, di khawatirkan para buruh akan berdampak terhadap nasib para buruh yang tak kunjung membaik.
“Kami menolak, perusahaan memberlakukan outsourcing terhadap para buruh karena kami khawatir tuntutan kami selama ini tak terpenuhi,” kata Dedi, usai menemui komisi II DPRD Kabupaten Ogan Ilir.

Dikatakannya, selama ini para buruh diakomodir oleh Koperasi PT PN VII yang telah berkerja rata-rata 15-20 tahun. Selama berkerja hak para buruh belum terpenuhi oleh pihak perusahaan, seperti tunjangan kesehatan, jamsostek dan jaminan harian tua.

“Selama berkerja kita menerima upah Rp 3,4 juta dalam satu bulan itu sudah termasuk jam lembur para buruh,” ujarnya.

Diberlakukan outsourcing oleh perusahaan perubahan plat merah ini, dikhawatirkan para buruh akan tuntutan mereka selama berkerja tak terpenuhi oleh perusahaan.

“Kita datang ke sini selain menolak akan diberlakukannya Outsourcing juga menuntut hak kami selama berkerja disini,” ungkapnya.

Sementara Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Ogan Ilir, Azmi A Hadi usai menemui perwakilan para buruh mengatakan pihaknya akan segera memanggil PT PN VII untuk menanyakan perihal wacana akan diberlakukan outsourcing oleh perusahaan.

“Kita secepatnya memanggil perusahaan tersebut, terkait manfaat apa yang akan didapat para buruh,” katanya.

Ditempat terpisah, general manager, Asep Jayanti SE PTPN VII Cinta Manis saat dihububgi,Via ponselnya mengatakan wacana akan diberlakukan outsourcing agar para buruh kesejahteraan akan lebih baik kedepannya.

“Tentunya sebelum kita memberlakukan hal ini, kita melihat dulu komitmen dari perusahaan outsourcing terhadap kesejahteraan para buruh harian kita,” kata Asep.
Diakuinya, sebelum dilakukan wacana tersebut, pihaknya telah melakukan sosialisasi terhadap para buruh akan tetapi para buruh belum menerima rencana tersebut. “Kita merencanakan hal tersebut untuk mencari cela agar mereka lebih baik kedepan, kita juga tak ingin menghancurkan masa depan mereka,” ungkapnya.

Terkait dengan persoalan pengangkatan karyawan, menurutnya jika hal tersebut diberlakukan, para buruh dapat berkompetisi untuk ke jenjang yang lebih baik. Seperti contoh, jika satpam tak mungkin selama berkerja dirinya hanya di posisi satpam jika memiliki kemampuan lain maka dapat ditempatkan di posisi lainnya.”Mana yang punya kompeten akan kita seleksi agar lebih baik kedepannya nanti,” ujarnya

Tambahnya, “Selain itu, pihaknya juga tengah menyusun formasi yang di tahun ini banyak karyawan yang pensiun, untuk di ajukan ke jajaran direksi formasi yang bakal kosong nantinya,” pungkasnya (oni)




Tinggalkan Balasan