Menkes Data Pengunjung Kelab Malam Yang Bertemu Dengan Warga Jepang

Jakarta,Surya Post

Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengklaim, sudah mengantongi data orang-orang yang berada di sebuah club malam, tempat di mana perempuan berusia 31 tahun asal Depok yang terinfeksi virus corona dan pria warga negara asing (WNA) asal Jepang melakukan pertemuan.“Di klub dansa itu kan ada banyak orang, pemerintah udah punya data siapa aja yang di sana.  Langkahnya, ya di data yang waktu itu siapa ke mana, diumumkan juga siapa yang merasa pada waktu itu di klub itu kemudian ada keluhan apa. Kalau nggak ada keluhan ya nggak masalah,”  kata Terawan di RSPI Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta.

Kendati demikian, Terawan enggan membeberkan lokasi club malam itu. Namun dia memastikan awal mula terjangkitnya virus korona saat perempuan warga Depok, Jawa Barat berdansa dengan WNA asal Jepang.“Saya kalo daerahnya enggak tahu. Tapi di klub dansa kemudian dia memang teman dekat, yang orang Indonesia pintar dansa, lalu yang orang Jepang menelepon, kalau enggak dekat, enggak mungkin dia ditelepon,” ucap Terawan.Kendati demikian, Terawan memastikan tidak semua yang berkontak fisik dengan orang yang terinfeksi korona akan jatuh sakit. Hal itu tergantung pada kondisi fisiknya.

“Tidak semua orang kontak itu menjadi sakit atau positif corona. Itu yang harus disadari, itu terbukti dari pasien World Dream,” ungkap Terawan.Oleh karena itu, mantan Kepala RSPAD Gatot Soebroto ini meminta masyarakat untuk tenang. Karena tidak semua orang yang memang berhubungan langsung dengan pasien terdampak virus korona bisa dengan mudahnya terjangkit. “Tapi apa kenyataannya, 188 orang itu negatif semua, padahal ada kontak di situ. Artinya, tidak semua kontak akan jadi positif, tergantung kondisi badan kita,” tukas Terawan.Diketahui, NT (31) terpapar virus corona setelah menerima kunjungan tamu asal Jepang dari Malaysia. Warga perumahan Studio Alam TVRI blok A 9, Kecamatan Sukmajaya, Depok ini tidak hanya sendirian terkena dampak virus tersebut. Ibunya, MD (64) juga mengalami nasib yang sama.

NT yang dikenal warga bekerja di tempat hiburan malam sebagai pendamping dansa tamu-tamu WNA di Tempat Hiburan Kawasan Kemang Jakarta ini, sebelumnya sempat mendapat perawatan di RS Mitra Keluarga Depok, Jl. Margonda Raya, karena mengalami gejala demam, sesak nafas, batuk, pilek, dan lemas.“Ke dua warga tersebut kini sudah dirawat di RSPI Sulianti Suroso,  Jakarta dan kondisi lingkungan sekitar rumah juga mendapatkan penjagaan dan perhatian petugas apalagi Menteri Kesehatan RI akan berkunjung ke rumah pasien tersebut, ” ujar Wali Kota Depok Muhammad Idris didampingi Kadiskominfo setempat Sidik Mulyono.Sebelumnya Gubernur DKI Anies Baswedan malarang warganya untuk mendatangi lokasi Amigos Kemang, yang sudah dinyatakan sebagai tempat terjangkit virus corona.

“Kami imbau pada masyarakat untuk jangan bepergian ke lokasi yang sudah dinyatakan sebagai tempat terjangkit,” kata Anies di Balai Kota Jakarta.Dua WNI  dinyatakan positif terinfeksi virus corona karena salah satu korban awalnya berinteraksi dengan WNA Jepang yang berdomisili Malaysia usai berdansa di klub bernama Plm dan Amg  pada 14 Februari 2020.Meski tidak menyebut secara gamblang, Anies mengindikasikan imbauan tersebut pada dua tempat itu.“Ada tempat yang sudah disebut, yaitu tempat hiburan yang di situ dideteksi terjadi penukaran,” kata Anies.(Sumeks)