Merger Perum Perindo dan Perinus Bernama PT Perikanan IndonesiaMerdeka .com

Jakarta,Surya Post

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir memerintahkan agar Perum Perikanan Indonesia (Perum Perindo) dan PT Perikanan Nusantara (Perinus) untuk segera merger. Nantinya, hasil merger BUMN ini akan bernama PT Perikanan Indonesia.Hal ini tertuang dalam surat arahan pemegang saham atau pemilik modal tentang pembentukan holding BUMN Industri Pangan No.S-1131/MBU/12/2020.”PT Perikanan Nusantara (Persero) digabungkan dengan badan hukum hasil perubahan bentuk Perum Perikanan Indonesia menjadi Persero PT Perikanan Indonesia,” kata Erick sebagaimana dikutip dari surat arahannya, Senin (28/12).Erick juga meminta agar Perum Perindo berubah dari semula perusahaan umum (Perum) menjadi persero. Sebab, Perum Perindo bakal menjadi induk BUMN Perikanan dari PT Perikanan Nusantara.”Merger PT Perikanan Indonesia (Persero) atau Perindo dan PT Perikanan Nusantara (Persero) atau Perinus segera dilakukan sebagai BUMN Klaster Pangan bidang Perikanan.

Kami berperan untuk pemenuhan kebutuhan pangan berbahan ikan di seluruh Indonesia,” tutur Direktur Utama Perum Perindo Fatah Setiawan Topobroto.Dengan perubahan status tersebut maka marwah Perum Perindo bertambah dari semula fokus pada pelayanan nelayan yang mencakup kesejahteraan orang banyak, kini dapat juga memupuk keuntungan sebanyak-banyaknya.Perum Perindo memproyeksikan sasaran usaha strategis Perindo pasca penggabungan dalam 5 tahun ke depan adalah untuk mencapai target pendapatan Rp 10,20 Triliun dengan laba Rp 1,06 Triliun dan total aset Rp 5,87 triliun.Perum Perindo merupakan anggota dari BUMN Klaster Pangan. Adapun BUMN Klaster Pangan dipimpin oleh PT RNI (Persero) dengan anggota klaster antara lain Perum Perikanan Indonesia, PT Berdikari (Persero), BGR Logistic, PT Garam (Persero), PT Perikanan Nusantara (Persero), PT Pertani (Persero), PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero), dan PT Sang Hyang Seri (Persero).(Merdeka.com)