Misteri Pagar Alam-Gunung Dempo Pusat Kerajaan Sriwijaya

Kota berhawa dingin dan sentiasa berkabut itu bernama Pagaralam yang berada di atas ketinggian perbukitan dan gunung. Berhadapan muka dengan Gunung Dempo dan dipagari pegunungan Bukit Barisan di Sumatera Selatan.  

Yang tampak begitu memukau oleh pandangan mata, panorama sungguh cantik bak lukisan melankolik aliran surealis zaman Rennaissance setara kanvas Rembrandt dan Van Gogh.

Halo Sahabat! Kenapa saya membayangkan kota Pagaralam begitu indah panoramanya,Yups,Pagaralam bukan saja tempat yang indah untuk dilawati ,tapi kota ini mempunyai sejarah panjang yang penuh misteri tentang kewujudan sebuah kerajaan yang sangat hebat penuh lagenda yaitu kerajaan Sriwijaya pada masa dahulu.

Di awal abad 20, dunia digemparkan premis G Coeddes sejarawan Perancis yang menyebut bahwa “Sriwijaya” bukanlah nama seorang raja, melainkan nama sebuah kerajaan besar di belahan bumi bagian selatan,terletak diapit lempeng benua Asia dan Polinesia. Kekuasaan Sriwijaya, bila dipetakan kini, terbentang antara Madagaskar (Afrika) hingga sampai Australia.

Di manakah pusat kerajaan Sriwijaya? Salah satu misteri paling rahasia yang menggelayuti ilmu sejarah selama berabad-abad, mungkin tak lama lagi terkuak di Pagaralam.

“Bila para ahli telah menemukan bukti-bukti bahwa cikal-bakal Sriwijaya terletak di Pagaralam, tentu sejarah Indonesia akan berubah,” ujar Djazuli Kuris, Walikota Pagaralam, beberapa tahun silam.”


Pertanyaan besar sejarah: “Di manakah pusat kerajaan Sriwijaya?”
 

Sampai saat ini belum kunjung terjawab.

Tapi mata para pakar sejarawan dan arkeologi kini mulai terarah ke sekitar Gunung Dempo. Gunung yang terletak di kota Pagaralam, Sumatera Selatan.
Kota kecil nan sejuk ini berada sejauh 298 kilometer di baratdaya Palembang.Sumatera Selatan Posisi geografisnya tepat 4 darjah Lintang Selatan dan 101,15 darjah Bujur Timur.

Sebagai wilayah berupa dataran tinggi, kawasan Gunung Dempo ramai disemaraki peninggalan peradaban kuno. Seperti batu-batu besar sisa kebudayaan megalitik.

Penemuan Artifak Unik,

Beberapa penemuan artifak untuk bahan kajian arkelogi,di daerah sekitar Pagar Alam, Sumatera Selatan,membuat pakar sejarawan dan arkeologi dari manca negara berdatangan untuk melihat serta menyelidiki setelah  ditemukan sebuah arca menhiryang diperkirakan berasal dari masa 2.000 tahun Sebelum Masehi (SM). 

Uniknya arca tersebut terlihat seperti orang sedang duduk tahiyat(prilaku rukun dalam shalat orang Islam), kebetulan arahnya juga ke kiblat.(?)

Muncul berbagai spekulasi sejarah, tentang keberadaan arca yang mirip orang melakukan gerakan shalat ini.

-Mungkinkah ini adalah bukti bahwa, dakwah Nabi Ibrahim dari masa ribuan tahun yang lalu, telah sampai ke Nusantara ?

-Apakah ini, bisa dimaknai bahwa telah ada jalinan komunikasi antara Nusantara dengan Timur Tengah, ribuan tahun yang silam?

– Dan benarkah salah satu istri Nabi Ibrahim Alaihissalam, yang bernama Qatura/Keturah adalah keturunan bangsa Nusantara ?

Bangsa Pegunungan Bukit Barisan,
Terlepas dari semua spekulasi di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa di sepanjang pegunungan bukit barisan (dari Gunung Dempo Pagar Alam, sampai ke utara sekitar daerah Gunung Merapi di Sumatera Barat), ribuan tahun yang silam, telah di diami oleh bangsa yang memiliki peradaban yang tinggi.

    Bangsa Pegunungan Bukit Barisan ini dikenali sebagai Bangsa Gunung atau Bangsa Malayu. Bangsa Malayu inilah, konon merupakan asal bangsa daripada Qaturah (istri Nabi Ibrahim Alaihissalam), kelak melalui anaknya Midian (Madian) bin Nabi Ibrahim, melahirkan Bangsa Media (Madyan).

    Salah satu tokoh Bangsa Media (Madyan) yang terkenal adalah Nabi Syu’aibAlaihissalam, yang merupakan salah satu dari 25 Nabi yang namanya terdapat di dalam Al Qur’an. Dan Nabi Syu’aib Alaihissalam dikenal juga, sebagai mertua dari Nabi MusaAlaihissalam.

Tambo Alam Minangkabau (Kitab Purba Minangkabau) mencatat, sekelompok orang dari Tanah Basa (Tanah Besar), telah datang ke Gunung Merapi. Kelompok ini dipimpin oleh Daputa Hyang, yang  kemungkinan berasal dari Bangsa Media (Madyan), dimana sebelumnya telah mendiami Lembah Indus India.

Daputa Hyang bukanlah pemeluk Syiwabudhis seperti dugaan orang selama ini. Beliau kemungkinan menganut ajaran Braham (ajaran monotheime peninggalan Nabi IbrahimAlaihissalam,

Kelak dari keturunan Daputa Hyang ini, akan muncul Sri Jayanaga, pendiri kerajaan terbesar Bangsa Malayu (kini disebut Melayu), yang dikenal dengan nama Kerajaan Sriwijaya.

“Hendaknya bukti-bukti peninggalan sejarah mulai ditunjukkan agar orang banyak tahu bahwa kita orang Besemah (idiom tempatan untuk kata ganti sebutan orang Pasemah atau orang Pagaralam) yang merupakan sukubangsa pemilik sebuah peradaban yang besar,” penutup kata dari Walikota Pagaralam,Djazuli Kuris.( blogspot.com)
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  




Tinggalkan Balasan