Oknum Farmasi RSUD Ibnu Sutowo Baturaja Kembali Bikin Ulah, Kangkangi Resep Dokter

Kab.OKU, Suryapost.co | Lagi-lagi sejumlah oknum yang bekerja di Bagian Farmasi RSUD Ibnu Sutowo Baturaja kembali berulah, yakni melayani dan memberikan obat resep dokter sesuka hati mereka alias tidak sesuai resep dokter di rumah sakit tersebut.

Sejak Tahun 2020 lalu sejumlah oknum yang bekerja di Bagian Farmasi RSUD Ibnu Sutowo Baturaja selalu mengurangi jumlah obat yang diresepkan dokter untuk pasiennya, kini pada Jum’at (26/04/2021) lalu tanpa sepengetahuan dan seizin dokter yang memberikan resep obat kepada pasiennya untuk diambil di Bagian Farmasi RSUD Ibnu Sutowo Baturaja, kembali terjadi, si pasien harus menelan rasa heran dan kecewa karena obat yang diterima dari oknum pegawai yang bekerja di Bagian Farmasi RSUD Ibnu Sutowo Baturaja tidak sesuai resep dokter sebagaimana yang dialami pasien bernama Arpan.

Ketika hal tersebut ditanyakan kepada Kepala Humas RSUD Ibnu Sutowo Baturaja, Turipno, Sabtu siang (27/04/2021) sekira pukul 11.00 WIB, mengatakan, kalau terjadi adanya pengurangan jumlah obat maupun salah obat yang diberikan petugas yang bekerja di Bagian Farmasi, dirinya mengaku tidak tahu karena tidak ada laporan (pengaduan) yang masuk kepadanya. ” Saya mengucapkan terima kasih kalau ada laporan (pengaduan) dari masyarakat sehingga dapat memperbaiki pelayanan yang diberikan, ” ucap Turipno seraya menambahkan namun jika pengaduan itu mengenai soal obat, saya tidak begitu paham dan kita serahkan kepada berkompeten untuk menjawab dan menyelesaikan permasalahan yang disampaikan masyarakat kepada pihak RSUD Ibnu Sutowo Baturaja.

Atas permintaan pasien agar Turipno menghadirkan Kepala Bagian Farmasi RSUD Ibnu Sutowo Baturaja dan Petugas BPJS yang ditempatkan di RSUD Ibnu Sutowo Baturaja, Turipno hanya menghadirkan Kepala Bagian Farmasi RSUD Ibnu Sutowo Baturaja, bernama Dewi. Sedangkan untuk dapat menghadirkan Petugas BPJS Baturaja yang ditugaskan di RSUD Ibnu Sutowo Baturaja tidak dihadirkan dalam pertemuan, tanpa penjelasa kepada Pasien Arpan maupun kepada tamu yang hadir. Padhal kehadiran pihak dari BPJS Baturaja untuk duduk bersama dengan pihak Bagian Farmasi RSUD Ibnu Sutowo Baturaja guna menjelaskan permasalahan yang dialami Pasien Arpan yang juga adalah Peserta BPJS dan dihadapan saksi yang hadir, mengenai persedian obat tak pernah cukup, cendrung terbatas atau alasan lainnya persediaan obat yang dibutuhkan, selalu dikatakan habis alias sedang kosong. Namun anehnya kekosongan persediaan suatu obat berlangsung cukup lama, bisa makan waktu berminggu- minggu bahkan terjadi berbulan-bulan, sedangkam obat yang dikatakan kosong itu sewaktu-waktu diperlukan setiap pasien yang berobat di RSUD Ibnu Sutowo Baturaja.

Dengan disaksikan Kepala Humas RSUD Ibnu Sutowo Batturaja, Turipno beserta dua orang Stafnya dan tiga orang wartawan dari Koran Oku Ekspress Terbitan Lokal, Tabloid Lalu dan Kriminalitas Terbitan dari Daerah Riau serta Merdeka 45 Terbitan dari Daerah Jawa, Dewi mengaku salah beri obat karena salah baca resep dokter, kemudian meralat perkataannya sendiri dengan mengatakan obat yang dibutuhkan pasien Arpan, persediaan sedang kosong dan selanjutnya mengaku obat diluar resep dokter memang sengaja diberikan kepada pasien Arpan dimaksudkan guna meneralisasikan macam obat dalam tubuh pasien Arpan yang sepengetahuan Dewi, pasien Arpan setiap minggu atau berjangka bulan, menukarkan resep obat dari dokter ke tempat farmasi yang dipimpin Dewi.

Ketika ditanya pasien Arpan beralamat di Kelurahan Sukaraya Kecamatan Baturaja Timur itu, atas dasar apa Kepala Bagian FarmasI RSUD Ibnu Baturaja itu mengganti obat resep dokter dengan obat lain tanpa sepengetahuan, tanpa minta izin lebih dahulu kepada dokter bersangkutan, dengan sesuka hati Dewi dan dengan berani Dewi selaku Kepala Bagian Farmasi RSUD Ibnu Sutowo Baturaja bersama Staf. Terlebih lagi obat yang diberikan dapat menimbulkan dampak (efek), bisa menambah parah penyakit yang di derita Pasien Arpan.

Atas pertanyaan Pasien Arpan, Kepala Bagian Farmasi RSUD Ibnu Sutowo Baturaja tak bisa memjelaskan kepada Pasien Arpan maupun kepada tamu yang hadir dalam pertemuan membahas pengaduan Pasien Arpan.

Kepala Bagian Farmasi RSUD Ibnu Sutowo Baturaja bernama Dewi itu malah melimpahkan ” Salah Beri Obat ” yang dilakukannya kepada dokter yang mengeluarkan resep obat kepada Pasiean Arpan.

“Agar persoalan ini bisa selesai, kita mintakan pendapat dokter yang mengeluarkan resep obat pada besok lusa (Senin, 26/04/2021),” ujar Turipno dan disetujui Dewi.

Dari pertemuan itu, maka dapat disimpulkan Kepala Bagian Farmasi RSUD Ibnu Sutowo Baturaja bernama bersama Staf telah dengan sengaja mengangkangi resep obat yang diberikan dokter kepada Pasien Arpan yang dapat membuat kambuh bahkan bisa memperparah penyakit yang diderita Pasien Arpan. Mengangkangi Resep Dokter. ” Atas tidakan semena-mena yang dilakukan Dewi beserta Staf, Pasien Arpan nyaris jadi korban salah makan. Namun karena ketelitian Pasien Arpan, tindakan tidak tidak terpuji yang dilakukan Dewi beserta Staf, dapat Pasien Arpan hindari.

Pasien Arpan mengemukakan rasa kecewa dan rasa penyesalannya atas tindakan Dewi beserta Staf yang diduga bermaksud mencelakai Pasien Arpan yang sering menukar resep obat dari doktor ke Farmasi RSUD Ibnu Sutowo Baturaja yang dipimpin Dewi beserta Staf.

” Atas nama pribadi dan masyarakat yang juga pernah merasa dirugikan serta demi menjaga nama baik RSUD Ibnu Sutowo Baturaja di mata masyarakat, saya minta kepada Direktur RSUD Ibnu Sutowo Baturaja, kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OKU dan kepada Bupati OKU direfomasi, ” tandas Arpan. (Team).