Oknum LSM Ngaku Wartawan Peras Kepala Sekolah

Palembang,Surya Post

Anggota Provost Bid Propam Polda Sumsel berpangkat perwira menengah (pamen), mengamankan Harry Marnawi (35) oknum LSM di Palembang usai memeras uang Rp2 juta dari Kepala Sekolah MTsN 1 Palembang, Rabu (5/3/2020) siang.Haryy langsung digiring ke Mapolda Sumsel dan dibawa ke piket Ditreskrimum untuk dimintai keterangan. Saat diamankan, Harry juga mengaku sebagai wartawan dari media tabloid bulanan langsung menunjukkan kartu identitas, saat dibawa untuk berkoordinasi dengan tim penyidik Subdit Jatanras Polda Sumsel.Polisi juga menyita barang bukti uang Rp2 juta dalam amplop yang disimpan di tas hasil memeras kepala sekolah Drs Tugiono. Hingga Rabu malam, Harry masih menjalani pemeriksaan di ruang piket Ditreskrimum Polda Sumsel.

Barang bukti yang diamankan di Mapolda Sumsel Bagaimana ceritanya? Pemerasan bermula saat Harry mengirimkan pesan SMS bernada ancaman Selasa tangal 2 Maret 2020 sekitar pukul 12.10 WIB. Pesan tersebut berisi “Selamat Siang Pak Tugiono saya Harry dari Aliasnsi LSM dan Media Sumsel, mohon waktu untuk berbicara/klarifikasi tentang dugaan pungli atau sumbangan non sukarela di sekolah bpk, kalo tidak di respon akan kita naikan ke ranah hukum, bls”.Namun SMS tersebut dihiraukan oleh Tugiono. Lalu pada Rabu (5/3/2020) sekitar pukul 12.55 WIB, Harry kembali mengirimkan pesan SMS dengan kalimat yang sama.

Bukti pesan SMS yang dikirimkan kepada Kepsek Tugiono“Aku idak maksa, kalau tidak ada klarifikasi beri seiklasnya saja untuk dana operasional seperti uang bensin jadilah,” kelit Harry saat diamankan di Polda Sumsel.Menurut Harry, memang ia mengirimkan SMS sebanyak dua kali. “Tapi tidak ada pemaksaan untuk meminta uang, aku cuma pengen silahturahmi dan datang saja ,” ungkapnya.Sementara, Tugiono yang ditemui di Mapolda Sumsel mengatakan, dirinya merasa tidak melakukan yang dituduhkan seperti pesan SMS yang dikirim dua hari ini.“Saya konsultasi kepada pihak komite sekolah dan hari ini pelaku datang dan meminta sejumlah uang sebesar Rp 3 juta. Dan saya tidak punya uang sebanyak itu. Dan saya tidak merasa apa yang dituduhkan sampea mengancam akan membawa masalah saya ke ranah hukum,” beber Tugiono.

Setelah berkonsultasi, maka sepakat pihak sekolah memberikan uang berjumlah Rp 2 juta. “Pas dia datang, uang sudah dimasukkan dalam amplop dan langsung diberikan. Tapi kami sudah melaporkan kejadian tersebut ke penasehat sekolah yang kebetulan seorang anggota Polisi di Polda Sumsel dan langsung mengamankan pelaku dan anak menantu saya juga bertugas di Polda Sumsel Pak,” terang Tugiono.Sementara itu, Kasubdit 3 Ditreskrimum Polda Sumsel Kompol Suryadi membenarkan sudah mengamankan pelaku. “Saat ini terlapor masih dimintai keterangan terhadap kasus tersebut dan besok akan kita rilis ya,” singkatnya.

Terpisah, Ketua PWI Sumsel Firdaus Komar, menegaskan yang bersangkutan tidak tercantum sebagai anggota PWI Sumsel bahkan statusnya sebagai wartawan patut dipertanyakan.“Tidak ada kaitannya dengan kita. Kita mengimbau kepada nara sumber yang akan merasa dirugikan bisa mengecek status media tersebut di Dewan Pers secara online,” tegas Firdaus, saat dihubungi SUMEKS.CO.Dia menambahkan, jika tidak tercantum di Dewan Pers maka media tersebut tidak resmi. “Bisa cek alamat kantornya dimana, akte perusahaannya. Karena di UU Pers itu semua harus ada, termasuk siapa penanggung jawabnya. Kalau memang terbukti anggota PWI SUmsel, akan kita proses sesuai UU Pers yang berlaku,” tutupnya. (Sumeks.Co )