Pelaku Perampokan Serta Pembunuhan Ancaman Pidana Maksimal Hukuman Mati.

Banyuasin,Surya Post

Terdakwa terhadap lima pelaku kasus perampokan disertai pem,bunuhan (Begal),terhadap korban bernama Sidik Purnomo (61) warga Mariana Kabupaten Banyuasin yang terjadi pada tahun 2013 silam.Dari lima pelaku tersebut terdakwa bernama Muslimin, merupakan satu dari lima pelaku kasus perampokan disertai pembunuhan (begal) Saat ini hanya bisa pasrah.Pada saat ekspresi di hadapan majelis hakim PN Palembang, saksi mengatakan bahwa dirinya pelaku pembunuhan yang tergolong sadis.Terdakwa dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel Rini Purnamawati SH MH dalam gelar sidang perdana, Kamis (3/12) sore melalui sidang onlin.

Agendanya pembacaan dakwaan sekaligus menghadirkan saksi dari keluarga korban.Didalam sidang, dirinya mengakui turut serta melakukan tindak pidana perampokan dan pembunuhan itu, atas perintah dari Yuliana alias Lebek dan Novriansyah alias Novri yang merupakan pasutri dengan upah Rp 1 juta.

“Saya diupah oleh Yuliana Rp 1 juta untuk menguburkan mayat korban yang sebelumnya dibunuh terlebih dahulu lalu dimasukkan kedalam karung oleh dua pelaku lainnya pak,” ungkap Muslimin melalui monitor d ihadapan hakim ketua Abu Hanifah SH MH.Diketahui aksi perampokan disertai pembunuhan sadis ini dilakukan oleh lima pelaku termasuk terdakwa Muslimin yang sempat buron selama 7 tahun. Namun  dirinya akhirnya ditangkap  Ditreskrimum Polda Sumsel dikawasan OKI pada bulan September 2020.Sementara pelaku lainnya yaitu Novriansyah alias Novi (adik ipar Muslimin) dan Hendra (keponakan Muslimin) yang keduanya sudah lebih dulu dibekuk. Kini mereka mendekam di Lapas Nusa Kambangan usai divonis hukuman mati.Selanjutnya untuk pelaku lainnya yakni Yuliana alias Lebek (adik Muslimin) usai melakukan aksi perampokan disertai pembunuhan ini kabur ke Riau lalu meninggal dunia tahun 2013,  karena bunuh diri di ruang penyidik Polres Pelalawan Riau usai tertangkap kasus Narkoba dan Curas. Satu pelaku lagi, yakni Amin (adik dari Mulimin) saat ini masih DPO.

Ditemui usai sidang, penasihat hukum terdakwa Muslimin yakni Supendi SH MH dari Posbakum PN Palembang membantah bahwa kliennya melakukan pembunuhan sebagaimana dakwaan JPU.“Menurut kami dakwaan yang ditujukan kepada klien kami kurang pas pembunuhan berencana. Sebab klien kami bukan otak pelaku melainkan hanya disuruh oleh pelaku lainnya yakni Yuliana alias Lebek dengan upah Rp 1 juta”. Ungkap Supendi.Untuk itu dirinya juga masih melihat dan mempelajari fakta yang terungkap dalam persidangan selanjutnya untuk mengajukan pembelaan (pledoi) dari terdakwa.“Karena pada sidang selanjutnya masih mengagendakan mendengarkan saksi yang dihadirkan oleh pihak JPU, kali ini rencananya dihadirkan saksi yang menangkap pelaku,”tandasnya.

Di dalam dakwaan terungkap modus yang dilakukan para pelaku ini yakni berpura-pura menyewa mobil korban untuk pindahan rumah. Setelah korban tiba di rumah pelaku, saat itulah korban dieksekusi. Dalam melancarkan aksi pembunuhan korban awalnya pelaku Yuliana alias Lebek memancing korban dengan pura-pura mau menyater mobil untuk pindah rumah.Korban dibunuh dengan cara memasukkan tubuh korban kedalam bak berisi air hingga lemas oleh pelaku Novri, Hendra dan Amin, setelah itu korban yang telah tewas dimasukkan kedalam karung.Lalu para pelaku yang masih ada hubungan keluarga satu sama lain ini menguburkan mayat korban tidak jauh dari rumah pelaku Yuliana di dekat RS Kundur Mariana. Sementara mobil milik korban berhasil dijual seharga Rp 8.5 juta.Terdakwa Muslimin sendiri oleh JPU dijerat melanggar pasal 340 KUHP Jo. Pasal 56 ke-1 KUHP dengan ancaman pidana maksimal hukuman mati. (Red-SP)