Pembangunan  Kamar Jenazah 4 X 4 RSUD Rupit Habiskan Dana Rp.200 Juta

Photo : Sumeks.co

Muratara , Surya Post

Pembangunan kamar jenaza di RSUD di Ibukota Kabupaten Muaratara Rupit,yang berukuran 4 x4 meter menelan biaya sebesar Rp.200 juta rupiat dari anggaran APBD tahun 2020.Menurut informasi  dari masyarakat lokal.yang ditulis oleh Sumeks.co,pembangunan  ruang pemandian jenazah berukuran 4×4 meter itu tidak sesuai menghabiskan anggaran sebesar Rp200 juta ?.Selain itu juga viral masyarakat setempat mengatakan bahwa Kamar pemandian jenazah yang berada persis di belakang ruang Tata Usaha RSUD Rupit itu terlihat sangat sederhana. Hanya ada satu ruang pemandian serta satu meja keranda untuk menaruh jenazah.Dengan hadirnya kamar jenaza tersebut sehingga menimbulkan beragam komentar dari masyarakat setempat . Antara lain seorang warga Muarata Abdul, mengatakan bangunan itu tidak sesuai dengan anggaran yang digunakan. “Sebesar 200 juta tentu sudah bisa bangun rumah mewah. Kalau 4×4 meter itu tidak masuk akal,” cetusnya.

Menurutnya, dengan anggaran sebanyak itu pemerintah sudah bisa membangun fasilitas yang melebihi dimensi 4×4 meter. Masyarakat berharap, adanya upaya evaluasi terhadap pembangunan yang telah dilakukan.  Sehingga tidak menimbulkan perspektif negatif di masyarakat.“Ya, harus dilacak itu supaya jelas, jangan sampai salah tanggapan,” ujarnya.Terpisah, Direktur RSUD Rupit Dr Herlina melalui humas Pandi membenarkan, pembangunan kamar jenazah untuk percepatan penangan jenazah Covid-19 di wilayah RSUD Rupit Muratara.Dia mengaku tidak terlalu paham mengenai masalah teknis, karena pembangunan itu dilakukan pihak rekanan PU Cipta Karya.“Iya itu diperuntukkan untuk penanganan jenazah Covid-19. Itu sudah digunakan satu kali. Kedepannya akan tetap digunakan sebagai fungsinya kamar jenazah,” ungkapnya. Terkait masalah teknis dia mengaku tidak tahu secara detail, dan minta pewarta menanyakan langsung masalah itu ke dinas terkait.

Terpisah, Ketua Komisi II DPRD Muratara, Hadi Subeno saat dimintai tanggapan mengenai pembangunan kamar jenazah yang viral itu menuturkan bahwa DPRD Muratara sudah minta keterangan langsung ke Direktur RSUD Muratara.“Kita sudah minta klarifikasi ke RSUD Rupit. Dirut RSUD Rupit Mengkonfirmasi jika pembangunan itu satu paket dengan rangkaian pembangunan lainnya,” ujarnya.Dia menegaskan, pembangunan kamar jenazah itu satu rangkaian dengan pembangunan fasilitas pendukung Covid-19. “Itu sudah ada standarnya dan tidak mungkin cuma satu ruangan saja,” tutupnya. (Red/Sp)