Pemda Muratara Sudah Membuat Mes Khusus Untuk Pembinaan Anak Anak SAD

Photo : Sumeks

Muratara,Surya Post

Pada umunya semua hutan dalam wilayah Provinsi Sumsel,khususnya dalam wilayah kabupaten Muratara dan sekitarnya sudah habis digarap oleh beberapa perusahaan.Sehingga ruang lingkup kebutuhan warga Suku Anak Dalam (SAD) saat ini semangkin terjepit,sehingga untuk melakukan melakukan segala tradisi merka dalam memperjuangkan hitupm semakin terjepit.Hal ini diungkapkan langsung oleh kepala Suku Anak Dalam Japarin pada wartawan saat dibincangi di Muaratara. “Sekarang serba sulit, hutan tempat berburu mulai sempit karna pembukaan lahan perusahaan. Babi hutan yang diburu juga sudah berkurang. Sementara kami warga SAD bergantung dengan hutan,” katanya.

Dia mengungkapkan, untuk di desa Sungai Jernih, kecamatan Rupit Kabupaten Muratara. Ada sekitar 60 KK warga SAD, 20 KK sudah memiliki rumah, sementara itu 40 KK lainnya masih bertahan di pondok yang terbuat dari terpal.Selain itu dikatakan Japarin,  bahwa mayoritas warga SAD di daerahnya berprofesi sebagai pencari bondol buah sawit dan hewan buruan seperti babi, ular dan hewan lainnya. Kondisi tersebut, sudah bertahun-tahun mereka jalani.“Saat ini sudah ada warga kita yang Melangun, meninggalkan pondok pondok mereka. Itu untuk mencari kebutuhan hidup,” ucapnya. Dia berharap, Pemerintah bisa memberikan solusi bagi warga SAD yang saat ini semakin tersisihkan.”Kami ingin lahan dan hidup seperti warga lainnya. Warga SAD ini percuma kalau di kasih rumah kalau tidak ada lahan, kami mau hidup bagaimana,” ujarnya.

Setidaknya, kondisi itu sudah mereka sampaikan secara langsung ke Pemerintah pusat. Sehingga menunggu kepastian, dari Pemerintah mengenai respons keluhan warga SAD itu.Sebelumnya kepala Dinas Sosial Muratara H Zaenal arifin menuturkan, pihaknya akan semaksimal mungkin melakukan pemberdayaan terhadap warga minoritas di wilayah Muratara. Menurutnya, tradisi warga SAD yang masih mengandalkan hidup nomaden masih sulit dirubah, meski sebagian warga SAD sudah ada yang bermukim tetap.“Kita akan bina warga SAD ini supaya mereka bisa berinteraksi dan berbaur dengan masyarakat. Namun tentunya itu membutuhkan waktu,” ungkapnya.

Selain itu juga diungkapkan oleh kepala dinas Sosial Muratara H Zaenal arifin, Pemda Muratara sudah membuat mes khusus untuk melakukan pembinaan terhadap anak anak SAD. Kondisi itu salah satu pemberdayaan yang dilakukan pemerintah daerah untuk meningkatkan sumber daya manusia.“Nanti ada kunjungan ibu negara, Pemerintah sangat mengsuport dan memperhatikan warga SAD. Kita ingin mereka tidak lagi tinggal di hutan,” tutupnya. (Red-Net))