Pemeriksaan  Dikantor Bank BUMN Guna Mengumpulkan Barang Bukti Kasus Korupsi Bantuan Modal Kerja

Prabumulih,Surya Post

Untuk  Melengkapi bukti pada dugaan Korupsi pada penyaluran  penyaluran modal kerja, ke rekanan salah satu perusahaan minyak dan gas (Migas) nasional di Kota Prabumulih.Mnurut imformasi di lapangana,Tim Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari),telah melakukan pengeledahan di Kantor Bank BUMN di Bumi Seinggok Sepemuyian.Pemeriksaan  dikantor Bank BUMN tersebut dilakukan, Senin (23/11/2020), sejak pukul 11.30 WIB hingga sore ini masih berjalan, guna mengumpulkan barang bukti dan juga tindaklanjut penyelidikan kasus korupsi bantuan modal kerja diduga merugikan negara hingga miliaran rupiah.“Hari ini (kemarin, red), sejak jam 11 hingga sore. Tim Pidsus telah melakukan penggeledahan di Bank BUMN di Prabumulih. Sebagai, tindak lanjut pengumpulan barang bukti dalam mengusut dugaan kasus korupsi bantuan modal kerja,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari), Topik Gunawan SH MH kepada awak media, kemarin.

Menurut imformasih sejauh ini, Topik, penyidikan terhadap kasus dugaan korupsi modal kerja bank masih berjalan. Pada saat ini kasus trsebut  masih proses belum ada penetapan tersangka.“Belum ada tersangka kita tetapkan, proses penyidikan dugaan kasus korupsi masih berjalan,” sebutnya.Lanjutnya, tidak hanya terus mengali keterangan saksi-saksi terkait perkara dugaan korupsi modal kerja. Ucapnya, barang bukti pendukung terus dikumpulkan.“Pengeledahan ini, kita lakukan dalam memperkuat dugaan kasus korupsi modal kerja dari bank tersebut,” tukasnya.Terpisah, Kasi Pidsus, Wan Susilo Hadi SH MH dikonfirmasi, tidak menampik terkait pengeledahan dilakukan dalam rangka pengumpulan barang bukti dan penyelidikan kasus.“Iya mas, proses pengeledahan di bank. Saat ini masih berjalan,” ujarnya singkat.Hingga berita ini diturunkan, pihak Bank BUMN belum memberikan komentarnya guna mengklarifikasi terkait proses pengeledahan dilakukan Kejari tersebut. (Red)