Pemkot Pagar Alam Dinilai Lamban Tangani Jembatan Yang Sudah Lima Bulan Ambruk

Pagar Alam, Surya Post.

Terkait belum diperbaikinya jembatan Selangis Kecil yang roboh sejak lima bulan lalu oleh pemerintah, sehingga Masyarakat menilai Pemkot Pagaralam lamban menanggulangi ambruknya jembatan tersebut.

Akibatnya, Ratusan masyarakat di Kelurahan Rebah Tinggi, Kecamatan Dempo Utara terpaksa melintasi jembatan darurat terbuat dari bambu yang dibuat secara swadaya.

Pantauan dilapangan,Selasa(19/5), ambruknya jembatan Selangis Kecil sudah terjadi lima bulan belakangan. Namun, upaya perbaikan belum dilakukan. Akibatnya, arus lalulintas masyarakat dibeberapa dusun terganggu. Beruntung warga setempat berinisiatif membangun jembatan darurat sehingga bisa melintas namun baru sebatas motor.

Ifan (16), pelajar SMA berharap jembatan ini bisa segera diperbaiki. Pasalnya, untuk pergi kesekolah kerusakan jalan sangat mengganggu. Sementara, ketika melintasi jembatan darurat takut tergelincir kesungai karena licin.

“Kami minta kepada Pemkot Pagaralam agar jalan ini bisa cepat diperbaiki. Sebab, kami kerap terlambat ketika pergi kesekolah,” katanya.

Apalagi, ketika melintas dijembatan darurat tidak bisa berboncengan sehingga harus turun terlebih dahulu. Apalagi, untuk turun kejembatan darurat jalurnya menurun dan sempit. Kendaraan juga harus antri.

Senada diungkapkan Gapur (41), petani di kawasan Cawang Lama mengatakan saat ini untuk mengangkut hasil pertanian harus memutar jauh. Jelas saja, biaya angkut lebih mahal. Kondisi ini membuat mobil tidak bisa melintas karena jembatan sama sekali belum diperbaiki.

“Kami harus memutar arah lewat Dusun Sandar Angin arah ke BLK. Jika tidak melintas kedusun Muara Sibab. Jarak jalan tersebut sangat jauh bisa selisih 5-10 kilometer karena arahnya memutar,” ungkap dia.

Ditambahkannya, akses ini sangat penting bagi masyarakat. Sebab, akses ini merupakan jarak terdekat. Apalagi, didusun Sandar Angin ada gorong-gorong yang amblas sehingga juga sangat mengkhawatirkan.(jn/net)




Tinggalkan Balasan