Pencemaran  Sungai Rupit & Rawas, Sudah Sangat Menhawatikan

Muratara,Surya Post

Saat ini menjadi keluhan warga yang mendiami sepanjang sungai Rupit dan Sungai Rawas dalam wilayah Kabupaten Muratara,kedua  sungai ini sudah beroba berwarna menjadi kecokelatan,diduga  dua sungai terbesar di Bumi Beselang Serundingan itu diduga sudah tercemar. Sedangkan kehidupan masyarakat di sekitar aliran sungai Rupit dan Rawas,mulai dari mandi hingga untuk minum, mereka menggunakan air dari sungai tersebut.Warsyarakat Kabupaten Muaratara ada lima kecamatan yang warganya  tinggal di penggir sungai  Rupit dan Sungai Rawas untuk kehidupan sehari-hari.Pantauan di lokasi Senin (4/1/2021), Sungai Rupit dan Sungai Rawas terlihat keruh dan berwarna kecokelatan.

Keruhnya dua sungai terbesar di Bumi Beselang Serundingan itu diduga sudah tercemar. Keruhnya dua sungai tersebut dilaporkan oleh Organisasi Pemuda Langit Biru (OPLB) ke Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (LHP) Kabupaten Muratara. Untuk itu Organisasi peduli lingkungan telah mendesak dinas terkait sepaya segera mengambil langkah konkrit , guna untuk menyelesaikan masalah kedua sungai tersebut yang menjadi keluhan masayarakat setempat.”Masyarakat di mana-mana sudah mengeluh, dinas terkait harus segera bertindak, katanya harus ada laporan dulu, ini kami sudah melapor,” kata Ketua OPLB Muratara, Awalni, Senin (4/1/2021).

“Kami hanya sebagai penyambung lidah masyarakat, kebetulan organisasi kami konsen di lingkungan hidup,”hal ini diungkapkan  Awalni.Selain itu juga menurutnya  pencemaran Sungai Rupit dan Sungai Rawas sudah cukup tingkat  mengkhawatirkan.Walaupun air sungai tersebut sebelum uji ke laboratorium, pencemarannya sudah terlihat secara kasat mata.”Secara kasat mata saja sudah jelas melewati ambang batas, air yang keruh itu begitu kita celupkan tangan langsung lengket, ini menandakan sudah tercemar,” ungkap Awalni. Ia memberikan waktu selama 7 hari kepada dinas terkait untuk mengambil langkah penyelesaian. Bila tidak ada tindakan, Awalni akan melapor sungai keruh tersebut ke Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Sumatera Selatan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Muratara, Zulkifli, melalui Kabid Penataan dan Pentaatan Lingkungan, Indrayani mengatakan akan segera membentuk tim. Ia mengaku sudah banyak menerima laporan secara lisan terkait keruhnya Sungai Rupit dan Sungai Rawas itu. “Dengan adanya laporan ini, maka kami akan membentuk tim, secara lisan memang sudah banyak masyarakat yang mengeluh,” ujar Indrayani.Cerita yang dia dapat dari beberapa warga, keruhnya air Sungai Rupit dan Sungai Rawas diduga akibat dari aktivitas tambang emas ilegal di hulu sungai. “Di media sosial sudah viral, di media massa juga sudah ramai, kami akan turun langsung, apakah benar sungai itu keruh karena tercemar akibat aktivitas dompeng emas.Kalau kami sudah melihat langsung maka kami bisa mengambil tindakan selanjutnya.Inilah yang kami harapkan, masyarakat ikut peduli, jangan diam saja,” kata Indrayani. (Sp)