Penerapan Pembelajaran Tatap Muka Di Sekolah Resmi Ditunda

Photo : Net

Kayuagung,Surya Post

Pada awalnya sudah direncanakan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI),untuk dimulaikannya kegiatan belajar mengajar cara langsung tatap muka di Sekolah pada 4 Januari 2021.Tetapi setelah kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKI Muhammad Amin Spd, pada Kamis 31 Desember 2020. Setelah menerima surat edaran dari Bupati OKI No : 420/ 549/ SMP.I/ DISDIK/ 2020, tertanggal 30 Desember 2020 tentang penundaan kegiatan pembelajaran tatap muka bagi Paud, SD, SMP pada semester genap tahun pembelajaran 2020/2021 Kab. OKI. Maka sistem pembelajaran dilakukan jarak jauh metode daring, luring, modul, penugasan, dan sebagainya.Karena itu pihak Dinas Pendidikan OKI resmi memnundakan pelaksanaan belajar tatap muka di sekolah,telah berlaku di seluru Kabupaten Dalam Provinsi Sumsel kata Akin.

Karena semua Bupati/Walikotanya supaya untuk menunda pembelajaran tatap muka di semester genap bagi PAUD, SD, SMP pada Senin 4 Januari 2021 oleh Gubernur Sumsel langsung. Yakni melalui surat edaran No.420/12533/Disdik/k.SS/2020 tanggal 30 Desember.“Atas surat edaran dari Bupati OKI agar menunda kegiatan belajar tatap muka pada Senin mendatang, maka pihaknya telah memberitahukan kepala seluruh kepala sekolah se Kabupaten OKI mulai tingkat PAUD,

SD dan SMP untuk mengonfirmasikan kepada orang tua siswa dan siswa, ”Selain itu juga Dijelaskannya, berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) empat Menteri, yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri tentang Panduan Pembelajaran Pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di Tengah Masa Pandemi, sekolah yang siap mulai 4 Januari 2021 sudah diperkenankan menyelenggarakan pembelajaran tatap muka.

Namun, karena masih merebaknya wabah pandemi Covid-19 di Sumatera Selatan, sehingga membuat Gubernur mengeluarkan surat edaran agar menunda kegiatan belajar secara tatap muka. Ini guna mencegah penularan covid-19 di lingkungan sekolah terutama para siswa-siswi.“Padahal sekolah sudah dalam posisi siap untuk melakukan pembelajaran tatap muka. Yakni diawali dengan kegiatan pembersihan sekolah secara serentak,” jelasnya.Dirinya mengatakan, khusus untuk di Kabupaten OKI sendiri, pihaknya akan terus memantau situasi terkini. Dan jika memang dimungkinkan pembelajaran tatap muka, penundaan inipun diharapkan tidak begitu lama. Untuk seluruh Kepala Paud, SD, SMP agar melaporkan kegiatan pembelajaran melalui tim pemantau belajar jarak jauh di Dinas Pendidikan OKI.

“Namun, walaupun kami bersemangat untuk menggelar pembelajaran tatap muka, tetap saja kami pastikan mendahulukan keselamatan kesehatan anak-anak murid, ya jadi ikut menunda,” tegasnya.Wakil Bupati OKI H Djakfar Shodiq juga menyampaikan bahwa, mengingat situasi dan kondisi yang saat ini masih belum memungkinkan untuk pelaksanaan pembelajaran tatap muka di sekolah, maka kegiatan pelaksanaan pembelajaran secara tatap muka di sekolah yang direncanakan akan dimulai pada 4 Januari 2021 ditunda.Sementara itu menurut salah satu kepala sekolah PG/TK IT Al Azhar Kayuagung, M Saleh SE mengungkapkan, dengan ditundanya kegiatan pembelajaran tatap muka,rasanya ada  sedikit kecewa karena kita telah mempersiapkan untuk sistim  kegiatan pembelajaran tatap muka disemester genap ini.

Seperti beberapa orang tua siswa sudah membuat pernyataan dan telah mengizinkan, anaknya untuk pembelajaran tatap muka dan protokol kesehatanpun sudah disiapkan.“Tapi dalam hal ini pada dasarnya kami siap melaksanakan/mengikuti kebijakan pemerintah kabupaten OKI karena tentunya dalam mengambil keputusan sudah mempertimbangkan secara matang, mengenai Kesehatan dan Keselamatan peserta didik hal yang paling utama, ” jelasnya.Hal senada disampaikan, Siti Khodijah SPd, bahwa ia juga sedikit kecewa dengan ditundanya pembelajaran tatap muka.Tetapi demi kebaikan dan kesehatan peserta didik dan warga lembaga maka mengikuti apa yang sudah menjadi Kebijakan pemerintah/instansi yang terkait.“Jadi tetap menjalin komunikasi dengan wali murid dan peserta didik baik secara daring maupun luring. Sembari berdoa agar selalu diberi kesehatan dan keselamatan serta meninngkatkan imun tubuh, ” tutupnya yang merupakan seorang guru SD ini. (Sp)