Penetapan 2 TSK Pembangunan Masjid Sriwijaya Belum Mencerminkan Pelaku Sesungguhnya

Palembang,Surya Post

Penetapan 2 (dua) tersangka dugaan korupsi dana hibah pembangunan masjid Sriwijaya seolah pelepas dahaga yang panjang. Setelah di laporkan ke KPK hampir 2 (dua) sebelumnya dan ditindas ke Kejagung tahun berikutnya, ternyata Kejati Sumsel yang bisa ungkap perkara dugaan korupsi dana hibah masjid Sriwijaya ini.Eddy Hermanto selaku mantan Ketua Panitia Pembangunan Masjid Sriwijaya dan Ir Dwi Kridayani selaku Kuasa KSO PT Brantas Abipraya-PT Yodya Karya di tetapkan menjadi tersangka. Keduanya disangkakan Pasal 2 atau Pasal 3 Undang-undang tipikor.Penetapan 2 (dua) tersangka ini belum mencerminkan pelaku sesungguhnya kata Deputy MAKI Sumsel. “Masyarakat wajib mengapresiasi kinerja Kejati Sumsel yang telah berhasil mengungkap dugaan korupsi dana hibah pembangunan masjid Sriwijaya”, ucap Deputy MAKI Sumsel saat dimintai pendapatnya.

“Penetapan 2 (dua) tersangka ini merupakan pembuka pintu kepada tersangka lain dan perkara lainnya terkait mangkraknya pembangunan masjid Sriwijaya”, kata Feri Deputy MAKI Sumsel. “Apakah prosedur penganggaran dana hibah ini sudah sesuai Permendagri No. 32 tahun 2011 seperti verifikasi admin dan vaktual penerima hibah sudah sesuai aturan, Kejati Sumsel belum menyatakannya”, Ucap Feri kembali.“Proposal dan verifikasi calon penerima hibah adalah dasar penetapan calon penerima hibah oleh Pemprov Sumsel kala itu yang melibatkan SKPD Biro Kesra, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Kepala Daerah apakah sudah sesuai aturan main”, kata Feri Deputy MAKI Sumsel selanjutnya.

“Kemudian pertanggung jawaban penerima hibah yaitu LPJ penggunaan dana hibah apakah sudah di serahkan oleh penerima hibah ke Pemprov Sumsel dan apakah sudah sesuai dengan materi proposal yang di setujui Pemprov Sumsel menjadi salah satu penyebab dugaan korupsi ini”, Imbuh Deputy MAKI Sumsel.“Sangat miris bila melihat pernyataan orang – orang yang terkait dengan pemberian dana hibah untuk masjid Sriwijaya ini, seolah kedua tersangka adalah pelaku dwi tunggal tanpa terkait dan keterlibatan pemberi dan penerima hibah pembangunan masjid yang mungkin pelaku sesungguhnya”, Pungkas Feri Deputy MAKI Sumsel. (Linksumsel.co.id)