Penyidikan Kasus Korupsi BUMD Batubara  Sumsel Terus Didalami KPK

“ Mengapa setelah Proses Penyidikan belum ada tersangka ?”

Kepala Bidang pemberitaan KPK, Ali Fikri

.Surya Post.co.

Jakarta – Kasus korupsi operasional keuangan Badan Usaha Milik Daerah ( BUMD ) di bidang pengangkutan batubara Sumsel yaitu PT. Sriwijaya Mandiri Sumsel ( PT. SMS )  terus didalami Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ). Setelah proses Penyelidikan sekarang meningkat pada proses Penyidikan.

Pihak KPK melalui Kepala Badan Pemberitaannya , Ali Fikri, di Jakarta mengatakan pihaknya sedang memeriksa  dua orang jajaran petinggi di PT. SMS yaitu sdr. Anugrah Pratama manajer Keuangan dan Gierry Helvan Manager Tehnik dan Operasional. Kedua pejabat BUMD ini diperiksa di Mako Polda Sumsel Senin,( 5/9 ). Sebelumnya di tempat yang sama pihak KPK sudah memeriksa Direktur Keuangan PT. SMS Sdr. Adi Trenggana dan Staff Khusus Legal PT. SMS Febriansyah Azhar hari Jum’at ( 2/9 ).

Ali Fikiri mengatakan bahwa pihak KPK melihat adanya indikasi kuat terjadinya penyimpangan keuangan dalam manajemen  PT. SMS yang berpotensi merugikan keuangan negara. Dikatakan Ali adanya dugaan korupsi itu terkait Kerjasama  Operasi pengangkutan hasil tambang batubara yang dilakukan PT. SMS milik Pemerintah Propinsi Sumsel dengan perusahaan pemilik tambang di daerah Sumsel. Pihak  KPK mendapat indikasi kuat adanya aktivitas penyelewengan  dalam pelaporan keuangan termasuk  pembengkakan ( mark up ) biaya operasional dll.

Ketika ditanya wartawan mengapa pihak KPK belum bisa menentukan tersangka dalam dugaan penyelewengan oleh PT. SMS padahal seharusnya setelah kasus meningkat  dari penyelidikan ke penyidikan sudah ada oknum yang ditersangkakan, Ali Fikri mengatakan pihaknya  belum dapat menyampaikan tersangka kasus ini sebelum mendapatkan konstruksi lengkap terkait dengan proses penyidikan yang sekarang terus berjalan.

“ Pihak KPK akan menyampaikan kepada masyarakat para  tersangka setelah konstruksi kasus penyidikan di rasa cukup dan lengkap. Kita akan umumkan secara resmi yang juga akan  dilanjutkan dengan Upaya Paksa bagi para tersangka bila tidak koperatif dan   menghindar dari tanggung jawab hukumnya. Setelah itu akan langsung kita tahan. ‘’  pungkas Ali Fikri mengakhiri keterangan.

Kasus yang menarik perhatian masyarakat  dan para pengamat di Sumsel ini nampaknya akan segera memberikan kejutan tetang keterkaitan dengan beberapa mantan dan pejabat di pemerintahan Pemprop Sumsel apalagi dari info yang di dapat para wartawan dari  sumber di KPK yang menyatakan legalitas PT. SMS juga bermasaalah dan sedang didalami penyidik KPK juga.  Entahlah. Yang pasti penetapan Tersangka oleh KPK merupakan “ hadiah ‘ tersendiri bagi para penggiat anti Korupsi di Sumatera Selatan setelah selama ini mereka mencium adanya ketidakwajaran dari kegiatan kerjasama angkutan produk batubara PT. SMS yang terkesan memonopoli usaha.   “Semoga kPK tidak bercanda..” ujar  Heri seorang aktivis sambil tersenyum..  ( AK/Tim ).