Tim Terpadu menggelar rapat di aula bendese guguk untuk mempasilitasi antara pertemuan pihak masyarakat Desa Sungai Sibur‎ dan Desa Gajah Mati dengan pihak Perusahaan PT PNS.

Persoalan Sengketa Lahan Di OKI Tak Kunjung Selesai

Tim Terpadu menggelar rapat di aula bendese guguk untuk mempasilitasi antara pertemuan pihak masyarakat Desa Sungai Sibur‎ dan Desa Gajah Mati dengan pihak Perusahaan PT PNS.Kayuagung, Surya Post.

Setelah melakukan pengukuran lahan yang dilakukan beberapa waktu lalu oleh tim terpadu terdiri dari Jajaran Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), mendapat hambatan dalam melakukan

hitungan secara tehnis. Karena lahan yang di klaim masyarakat Desa Sungai Sibur dan Gajah Mati Kecamatan Sungai Menang dalam izin lokasi PT Pratama Nusantara Sakti (PNS) telah terjadi tumpang tindih. Sehingga persoalan lahan tak kunjung selesai.

Hal tersebut disampaikan Kepada Badan Perizinan Drs H Alamsyah melalui ahli teknis pemetaan Ahmad Fuat dari tim terpadu pada saat membacakan hasil dari pengukuran ulang tersebut di aula Bende Seguguk II dihadiri Wakil Bupati OKI M Rifai selaku Ketua Tim Terpadu, Listiadi Martin Wakil Ketua Tim Terpadu, pihak PT Pratama Nusantara Sakti dan kedua belah pihak dari masyarakat Desa Sungai Sibur dan Desa Gajah Mati, Rabu (27/5/2015).

“Setelah kita lakukan pengukuran beberapa waktu yang lalu, nampaknya telah terjadi tumpang tindih antara kelompok Amirsyah dan kelompok H Denin begitu juga dengan kelompok-kelompok lainya seperti yang kita lihat pada layar monitor yang saya jelaskan,” ujar Ahmad seraya menunjukan kearah monitor.

Menanggapi hal tersebut, Amirsyah selaku perwakilan dari masyarakat Desa Sungai Sibur mengatakan, data yang kami berikan pada 1 Desember 2014 lalu kepada tim terpadu merupakan data yang sudah lengkap, sehingga nampaknya data yang disampaikan oleh ahli teknis tim terpadu agak timpang.

“Pada data yang telah kami sampaikan pada tanggal 1 Desember 2014 lalu, disana tercantum 370 surat keterangan tanah (SKT) yang ditanda tangani oleh kepala desa (Kades), kepala dusun (Kadus) dan tim pengukur. Sehingga kami mengangap dari data yang dipaparkan oleh ahli tehnis tim terpadu nampaknya agak timpang,” tutur Amirsyah. 

Dijelaskannya, didalam data yang telah diberikan tersebut, selain 370 SKT yang terlampir dengan luas tanah 740 Ha, disana juga dijelaskan peta lokasi lahan sonor milik 300 masyarakat Desa Sungai Sibur yakni sebagai berikut, kiri dan kanan sungai alam sepanjang 3 km, jika dihitung luasnya sebesar 2870 ha dan lahan yang dikelola lainnya seperti lahan milik kelompok, Husin seluas 600 ha, Romli seluas 600 ha serta kelompok, Amirsyah 380 ha semuanya terlampir dalam data yang telah diserahkan,” jelas Amirsyah sembari menjelaskan siap pasang badan dalam memperjuangkan hak yang memang milik masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, salah satu perwakilan dari pihak PT PNS Isman mengatakan, bahwa PT PNS siap menyelesaikan permasalahan sengketa lahan tersebut dengan catatan agar lahan yang akan diselesaikan tidak ada yang tumpang tindi, karena pihaknya telah banyak mengganti rugi lahan tersebut kepada masyarakat yang tidak jelas, sehingga pihak PT PNS tidak mau mengganti rugi lagi atas hal yang sama.

“Kami pihak PT PNS sepenuhnya mempercayakan permasalahan ini kepada tim terpadu asalkan lahan yang akan diselesaikan tidak tumpang tindi,” jelasnya.

Ketua Tim Terpadu M Rifai SE didampingi Asisten I Listiadi Martin dan Kabag Pertanahan H Amri Ubaida mengatakan, akan adil dalam menyelesaikan permasalahan ini agar kedua pihak dapat merasa tidak ada yang dirugikan. “Tim terpadu juga akan memberikan peluang dan ruangan antara masyarakat dan pihak PT PNS untuk melakukan perbincangan dari hati kehati agar permasalahan sengketa lahan ini dapat menemui jalan yang bagus bagi keduanya,” singkat Rifai yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati OKI . (and)




Tinggalkan Balasan