Peserta Ansuransi Petani Padi  Per Hektare Dapat Klaim Sebesar Rp 6.000.000.

Martapura,Surya Post

Sebuah program baru untuk diterapkan pada para petani di dalam wilayah Kabupaten Oku Timur,program tersebut merupakan Asnusransi Usaha Tani.Hal ini diungkapkan PLH Kepala Dinas Pertanian OKU Timur M Husin, Melalui Kabid Sarana dan prasarana dan Perlindungan Niswaturohmah.Selain itu dikatakannya bahwa usaha pertanian persawaan di daerah OKU Timur ini,tidak luput Ancaman gagal panen selalu, menghantui para petani di OKU Timur.Selain dikatakan M Husin pihak Dinas Pertanian OKU Timur  telah menargetkan 3 ribu  hingga 5 ribu hektar sawah petani padi di kabupaten OKU Timur supaya ikut Asuransi Usaha Tani  Padi.Target ini naik dibandingkan data di tahun 2020 hanya 1.441 hektar sawah petani padi di OKU Timur yang ikut Asuransi ini.

Photo : Net

PLH Kepala Dinas Pertanian OKU Timur M Husin Melalui Kabid Sarana dan prasarana dan Perlindungan Niswaturohmah mengatakan, target tersebut agar dapat membantu petani jika terdapat hal-hal yang tidak di inginkan, seperti puso atau gagal panen karena faktor yang tidak bisa dihindarkan.“Setiap petani yang ikut Asuransi ini, per hektare dapat klaim sebesar Rp 6.000.000. dengan preminya yang seharusnya sesuai aturan itu membayar Rp 150.000 namun karena dibantu subsidi pemerintah hanya membayar sebesar 20 persen atau Rp 3.6000,” terangnya.Bagi petani yang mau ikut asuransi ini, disarankan agar segera mendatangi kantor Balai penyuluhan pertanian yang ada di Kecamatan  masing-masing, agar petani didaftarkan melalui aplikasi SIAP. Niswaturohmah  menjelaskan, Asuransi ini sendiri pembayarannya langsung melalui Asuransi Jasindo, sedangkan pihak Pertanian hanya mengeluarkan SK kelompok pertanian tersebut sebagai dasar klaim asuransi.

“Asuransi ini di OKU Timur sudah berjalan sejak 2012, di tahun 2019 pernah mencapai 6000 hektar sawah petani yang ikut Asuransi ini,” jelasnya.Dalam penerapkan Ansuransi tersebut dikatakan oleh M Husin, bahwa untuk asuransi ini setiap petani dijatahi maksimalnya 2 hektar untuk mendapatkan asuransi ini. Selebih dari itu tidak bisa didaftarkan di Asuransi. Saat ini pihaknya terus melakukan sosialisasi ke petani terkait asuransi ini, sebab ini salah satu upaya membantu petani yang jika ada permasalahan terhadap tanaman dapat membantu biaya dalam proses tanaman kembali.“Untuk menentukan apakah sawah petani itu layak di klaim juga ada petugas yang memperifikasi di lapangan, jadi tidak serta merta dapat mengklaim. Ada petugas yang mengecek,” pungkasnya. (Sp)