PKK OKI Layani Pembuatan Akte Kelahiran Gratis

Ketua TP PKK OKI Lindasari IskandarKayuagung, Surya Post.

Lindasari Iskandar selaku Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) terus berupaya mendekatkan diri kepada masyarakat. Salah satunya dengan

membantu masyarakat kurang mampu dalam hal pembuatan akte kelahiran, namun uniknya pembuatan akte ini bukan dilakukan di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), melainkan di desa-desa yang menjadi tujuan kunjungan PKK OKI.

Seperti yang dilakukan di Desa Tanjung Lubuk, Kecamatan Tanjung Lubuk dan Kecamatan SP Padang OKI, Rabu (22/4/2015). Lindasari Iskandar bersama rombongan melakukan kunjungan dengan tujuan memberikan bantuan kepada masyarakat kurang mampu dan lansia. Terkhusus untuk anak-anak dan balita, PKK OKI membantu melayani pembuatan akte kelahiran gratis di lapangan.

Menurut Lindasari, dalam kunjungannya ke Tanjung Lubuk dan SP Padang, PKK OKI juga mengadakan pelayanan KB dan pembuatan akte kelahiran gratis. “Alhamdulillah, posko pelayanan KB yang kami buka ramai dikunjungi masyarakat. Begitu juga dengan posko pembuatan akte kelahiran, banyak ibu-ibu yang mendaftarkan anak-anaknya untuk pembuatan akte kelahiran, karena memang mereka belum pernah membuatkan akte untuk anaknya,” ujarnya.

Dikatakannya, tujuan dibukanya posko pelayanan akte kelahiran karena memang akte kelahiran sangat penting bagi anak-anak. “Kami sengaja melakukan upaya jemput bola dengan membuka posko saat kunjungan ke desa-desa. Sekarang ini akte kelahiran sangat diperlukan, apalagi bagi mereka yang hendak sekolah. Pihak sekolah pasti meminta fotokopi akte itu sebagai dokumen,” tutur Lindasari.

Terkait posko pelayanan KB, Lindasari mengakui saat ini masyarakat masih banyak yang belum memahami pentingnya program KB, apalagi program ini merupakan program yang terus digalakkan oleh pemerintah pusat dan Pemkab OKI. “Petugas di Posko Pelayanan KB itu akan memberikan pengetahuan tentang program KB kepada masyarakat yang datang, jadi masyarakat nantinya akan semakin paham tentang program KB,” ujarnya.

PKK OKI juga sebelumnya memberikan paket bantuan kepada anak usia sekolah dari keluarga tidak mampu di Kecamatan Pedamaran, termasuk anak penyandang cacat, dari keluarga yang tinggal di daerah terpencil. “Tujuannya adalah mendorong program wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun, serta meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab sosial masyarakat untuk menjadi orang tua asuh bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu ini,” ungkap Lindasari.

Paket bantuan GOTA yang diberikan berupa baju seragam, buku tulis SD dan SMP, tas, sepatu dan perlengkapan sekolah lainnya. Bantuan ini menurut Lindasari, berasal dari donatur terdiri dari  Dinas, Instansi, Badan, Kantor dalam di lingkungan Pemkab OKI, BUMN, Perusahaan dan masyarakat luas yang tidak mengikat.

Sementara itu, Kepala BKKBN OKI, Alhadi Nasir didampingi Suwandi mengatakan, selain pendirian posko bersama PKK OKI, dalam rangka mensukseskan program KB, pihaknya juga mendorong tenaga PLKB (Penyuluh Lapangan KB) yang tersebar di 18 kecamatan agar aktif mencari akseptor baru. “Selain itu, penyuluh juga mempunyai kader penggerak KB sampai tingkat RW dan RT,” tandasnya. (and) 




Tinggalkan Balasan