PM Turun Inggris Diambang Krisis

Jakarta,Surya Post

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati buka suara mengenai keputusan Perdana Menteri Inggris Liz Truss yang mundur setelah dianggap tidak becus menangani perekonomian.Berbicara dalam Konferensi Pers APBN KiTA Edisi September 2022, Sri Mulyani seperti dulansir CBNC, mengatakan situasi ini semakin menambah ketidakpastian bagi perekonomian dunia yang saat ini juga dalam kondisi yang tidak baik-baik saja.

Di Inggris, Menkeu diganti, dan Perdana Menteri turun, ini menggambarkan dari ekonomi dan keuangan menimbulkan imbas ke politik,” kata Sri Mulyani.Sri Mulyani menyebut saat ini krisis dunia sudah beralih dari pandemi Covid-19, dipicu dari kenaikan harga komoditas, harga gas yang naik turun, hingga dinamika perkembangan harga minyak dunia. “Harga komoditas masih tidak pasti, faktor geopolitik, perang menganggu sisi pasokan, distribusi cenderung harga komoditas ini tinggi dan mudah bergejolak. Muncul kemudian inflasi, kenaikan harga di beberapa negara,” jelasnya.

Sri Mulyani mengatakan perkembangan laju inflasi dunia juga membuat bank sentral Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan kembali mengerek kenaikan bunga acuan. Situasi ini tentu dikhawatirkan akan berimbas ke seluruh negara, tak terkecuali Indonesia.“Ini kondisi yang dihadapi negara maju dan developing maka respon kebijakan moneter stabilkan dengan menaikkan suku bunga dan mengetatkan likuiditas,” kata Sri Mulyani.( Indoneisia.com)