PNS Ini Tega Garap Keponakan Sendiri Sejak Setahun Silam

Baturaja, Surya Post.

Setelah dilapaorkan atas dugaan pemerkosaan dan perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur yang tidak lain adalah keponakannya sendiri, Subur Dalimunte (52), warga Perum

Dishutbun Jl A Yani Km 4,5 Kelurahan Kemelak Bindung Langit Kecamatan Baturaja Timur yang masih berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) ditangkap Jajaran Reskrim Polres setempat, Minggu (10/5) malam.

Parahya, Kelakuan bejat sang Paman terhadap Mawar (14) (bukan nama sebenarnya) yang masih berstatus sebagai pelajar di sebuah Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di OKUtersebut sudah puluhan kali dilakukan sejak usia mawar baru 13 tahun.

Hasi Informasi, pelaku selaku paman korban (Adik Ibunya Mawar), yang ditangkap di kediamannya tanpa ada perlawanan tersebut melakukan pemerkosaan terhadap korban secara paksa dengan dibawah ancaman sebilah parang.

Bahkan menurut keterangan pelaku, sejak korban masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), benih-benih perbuatan bejat itu telah mulai ia lakukan meskipun hanya sebatas mencabuli korban.

Dan puncaknya, ketika korban duduk dibangku SMP, dimana ketika itu pada kisaran April 2015 sekira pukul 13.00 wib, korban digasak di dalam kamarnya.

Setelah itu pelaku berani menggarap korban berulang-ulang, hingga mencapai hitungan yang ke-25 kalinya.

Bahkan pernah suatu ketika, dimana korban sedang datang bulan (menstruasi), pelaku tetap nekat melakukan aksi tak senonohnya.

Meski berkali-kali disetubuhi, korban tidak hamil. Lantaran menurut pengakuan tersangka, setiap kali ia ejakulasi, selalu dilakukan di luar.

Kapolres OKU melalui Kasat Reskrim AKP Rivanda SIK didampingi Kanit PPA Bripka Yulia Fitrianti, menerangkan, tersangka ditangkap setelah penyidik memiliki cukup bukti berdasarkan keterangan dari korban serta sejumlah saksi yang telah memberikan keterangan.

Korban sendiri menurut Kasat masih berstatus sebagai pelajar di sebuah SMP Negeri. Selama ini, memang korban tinggal serumah dengan pelaku.

Dari keterangan pelaku, jelas Kasat, sebelum menggarap korban yang bersangkutan selalu mendahuluinya dengan nonton bokep (blue film) di kantornya.

“Tersangka mengakui perbuatannya. Dimana itu dilakukan setiap usai menjemput korban pulang sekolah. Sejak kali pertama hingga sekarang, sudah 25 kali tersangka melakukannya. Dan tiap kali melakukannya, korban dipaksa pelaku di bawah ancaman parang,” beber Kasat.

Atas perbuatannya tersebut, tersangka terancam hukuman 15 tahun penjara. Ia dijerat dengan pasal 81 dan 82 UU No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Adapun barang bukti yang diamankan, diantaranya berupa; sebilah parang bergagang kayu. Satu helai baju kaos oblong warna putih. Sehelai celana pendek warna abu-abu. Sehelai baju kaos dalam warna putih. Sehelai celana dalam warna pink. Dan sehelai BH warna coklat.(jn/net)




Tinggalkan Balasan