Polda Sumsel dan Polres Jajaran Ungkap 37 Kasus Narkoba dengan 46 Tersangka

Palembang, Surya Post – Minggu Ketiga Oktober 2020, jajaran Ditres Narkoba Kepolisian Daerah Sumatera Selatan mengungkap 37 kasus narkoba dan menangkap 46 tersangka kasus narkoba.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi mengatakan, untuk ungkap kasus yang dilakukan Ditresnarkoba Polda Sumsel dan Polres/Tabes jajaran berhasil mengungkap 37 kasus narkotika serta menangkap puluhan tersangka.“Dari 46 tersangka yang ditangkap, 36 tersangka di antaranya merupakan pengedar narkoba, 10 orang pemakai dan terdapat satu orang bandar narkoba,” kata Supriadi.

Sedangkan barang bukti yang disita yakni sabu sebanyak 1033,97 gram, 255 butir pil ekstasi dan ganja sebanyak 237,72 gram, dan pil ekstasi 456 butir.

Dijelaskan Supriadi, dari segi kuantitas banyaknya Laporan Polisi (LP) yang diungkap, Polres Musi Banyuasin menjadi yang terbanyak dengan 6 LP dan 8 tersangka dan Polres Muara Enim dengan 6 LP dan 6 tersangka.

“Sedangkan yang tidak mengungkap kasus narkotika pada Minggu III tersebut yakni Polres Musi Rawas Utara,” katanya.

Dari Polrestabes Palembang sebanyak 2 LP dengan 2 tersangka. Kemudian dari jajaran Ditresnarkoba Polda Sumsel 2 LP dengan 2 tersangka, Polres Banyuasin 1 LP dengan 1 tersangka, Polres OI 1 LP dengan 1 tersangka, Polres OKI 1 LP dengan 3 tersangka.

Lalu Polres lahat 2 LP dengan 5 tersangka, Polres Prabumulih 3 LP dengan 3 tersangka, Polres Pagar Alam 1 LP dengan 1 tersangka Polres Oku 2 LP dengan 2 tersangka, Polres Okus 2 LP dengan 2 tersangka, Polres OKUT 1 LP dengan 1 tersangka.

Kemudian Polres Lubuk Linggau 2 LP dengan 4 tersangka, Polres Mura 3 LP dengan 3 tersangka, Polres Empat Lawang 1 LP dengan 1 tersangka, dan Polres Pali 1 LP dengan 1 tersangka.

Adapun barang bukti narkoba yang disita seperti narkotika jenis sabu, ganja dan ekstasi aparat kepolisian telah menyelamatkan 8.305 anak bangsa dari penyalahgunaan narkoba.

“Polda Sumsel tidak henti-hentinya menghimbau kepada masyarakat untuk selalu melakukan pengawasan terhadap anak dan keluarga masing-masing dari pengaruh buruk narkoba yang dapat merusak generasi penerus bangsa,” tutupnya.(red)