Poligami dan Punya 100 Selingkuhan, Koruptor China Dihukum Mati

China,Surya Post

Lai Xiaomin 58), pakar keuangan di China yang beristeri dua dan memiliki 100 wanita simpanan, Jumat laju menjalani eksekusi mati.Mantan bankir ini dinyatakan terbukti melakukan korupsi dan divonis hukuman mati menerima suap, dan disalahkan karena melakukan poligami atau beristeri lebih satu.Lai Xiaomin yang juga petinggi partai komunis china ini, dituduh menerima suap 260 juta dolar atau setara Rp3,8 triliun, memiliki seorang putri dari istri pertamanya, dan memiliki dua putra dari pernikahannya dengan wanita lain.Yang menjai sorotan, bukan hanya korupsi mencapai triliunan rupiah itu, tetapi keluarga yang ditinggalkannya, dan dikabarkan memiliki seratus selingkuhan dan memiliki lebih dari 100 unit apartemen mewah.Menurut China Economy Weekly, seperti dikutip KompasTV, Lai Xiaomin sebagai tipe pria atau lelaki garong yang unik.

Ia diduga memiliki 100 wanita selingkuhan, dia memiliki 100 rumah dan dia berikan kepada 100 selingkuhannya itu.Nikkei Asia Agustus tahun lalu melaporkan, Lai Xiaomin memerintahkan anak perusahaan seperti Huarong Real Estate,  membangun properti gedung mewah di Kota Zhuhai, Provinsi Guangdong.Dalam proyek properti dengan total 120 suite itu, ada 100 suite apartemen yang dialokasikan untuk mantan istrinya dan banyak wanita simpanannya melalui pendaftaran lotere palsu.Seperti dilansir Asiaone tahun lalu, salah satu selingkuhan Lai di Hong Kong adalah Rita Lei Chen. Rita adalah mantan manajer investasi Huarong, dan dia berani menerima suap ratusan juta dolar.Lai juga memiliki banyak properti di Long Beach, Hong Kong dan Residence Anzhi-Tinglan di Shenzhen.Lai Xiaomin lahir dalam keluarga petani miskin di Ruijin, Jiangxi pada Juli 1962. Ia adalah anak bungsu dari lima bersaudara.Pada tahun 1979, dia menduduki peringkat pertama di wilayah itu untuk ujian Gaokao. Kemudian, ia menempuh pendidikan di Jiangxi University of Finance and Economics, jurusan manajemen ekonomi.

Ia lulus memperoleh gelar sarjana pada tahun 1983.Sejak Juli 1987, ia bertugas di beberapa posisi di People’s Bank of China, termasuk wakil direktur divisi, direktur divisi, dan wakil direktur departemen.Pada April 2003, dia dipindahkan ke China Banking Regulatory Commission (CBRC), di mana dia bekerja sampai Desember 2005. Ia dipromosikan menjadi wakil ketua partai dan presiden China Huarong Asset Management pada Januari 2009.Pada September 2012, ia dipromosikan lagi menjadi ketua partai dan ketua dewan, posisi politik teratas di perusahaan.Lai Xiaomin adalah bos keuangan berkebangsaan China yang pernah bekerja sebagai bos tertinggi China Huarong Asset Management di bidang manajemen aset.Pada 5 Januari 2021, Lai Xiaomin dijatuhi hukuman mati tanpa penangguhan hukuman. Ia dituduh menerima suap, penggelapan, dan bigami atau memiliki istri lebih satu, ditambah sekitar 100 selingkuhan.Hukuman mati itu diperkuat putusan Mahkamah Agung China, karena dianggap terbukti menerima suap senilai 3,6 triliun rupiah dan korupsi senilai lebih dari 1 triliun rupiah.

“Jumlah suap yang diterima oleh Lai Xiaomin sangat besar, ruang lingkup kejahatannya sangat serius dan dampak sosialnya sangat parah,” kata CCTV mengutip Mahkamah Agung China, yang menyetujui perintah eksekusi mati tersebut.Lai Xiaomin dieksekusi mati pada hari Jumat, 29 Januari 2021.”Jumlah suap yang diterima oleh Lai Xiaomin sangat besar, ruang lingkup kejahatannya sangat serius dan dampak sosialnya sangat parah,” kata CCTV mengutip Mahkamah Agung China, yang menyetujui perintah eksekusi mati tersebut.Latar belakang Lai Xiaomin adalah ekonom senior dan pakar keuangan, serta pernah menjadi anggota senior Partai Komunis China.Tahun 2018, Lai Xiaomin didakwa dengan serangkaian tuduhan korupsi dan suap. Hasilnya, Lai Xiaomin dipecat dari keanggotaan partai komunis dan kehilangan jabatan sebagai bos perusahaan manajemen aset milik negara tersebut.( Sripoku.Com)