Polisi OKU Timur Tembak Pelaku Begal Sadis

Martapura, Surya Post — Seorang tersangka pencurian kendaraan bermotor (begal/grandong, red) berinisial Af (27) mengalami nasib pahit.

Warga Kecamatan Cempaka Kabupaten OKU Timur, Sumsel itu meregang nyawa setelah dikejar oleh Tim Resmob Sat Reskrim Polres OKU Timur. Ia bersama rekannya Ab (DPO) diduga melakukan aksi pembegalan terhadap seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) berinisial S (32), di Jalan Desa Sariguna, Kecamatan Belitang Mulya Kabupaten OKU Timur, Minggu (1/11/2020) dinihari.

Menurut keterangan petugas, korban yang hendak ke pasar membawa sayuran, awalnya dipepet oleh dua gerandong tadi yang langsung menodongkan senjata kepada korban.

“Di jalan itu, korban berpapasan dengan dua tersangka yang juga mengendarai sepeda motor. Tiba-tiba kedua tersangka memutar balik dan langsung memepet korban,” ujar Kapolres OKU Timur AKBP Dalizon, melalui Kasat Reskrim AKP I Putu Suryawan, Minggu (1/11/2020).

Saat itu, tersangka sempat mengancam korban dengan senjata tajam dan senjata api rakitan. Karena takut, dengan berat hati korban pun melepas motornya yang tengah membawa sayur-sayuran itu.

“Kemudian tersangka mendorong korban dan membuang keranjang wadah sayur korban, lalu pergi membawa kendaraan korban berupa satu sepeda motor jenis Honda Supra,” tambahnya.Beruntung, saat itu ada Team Resmob Polres OKU Timur yang tengah berpatroli di sekitar TKP.

Korban pun langsung berteriak minta tolong kepada petugas yang kebetulan lewat itu.
Tidak menunggu waktu lama, mereka langsung mengejar kedua gerandong tadi.

Setiba di di daerah BK 13, petugas sempat melepaskan tembakan peringatan satu kali ke arah atas agar tersangka berhenti.

“Namun tersangka berhenti dan mengacungkan senjata api ke petugas, dan sempat melakukan tembakan satu kali,” katanya.

Petugas langsung melakukan tindakan tegas, kepada tersangka yang melakukan tindakan yang mengancam petugas itu.
Hingga akhirnya, Af roboh dari atas motor diterjang timah panas.

Jasad tersangka sempat dibawa ke RS Belitang untuk dilakukan otopsi.
Selanjutnya, petugas akan terus mengejar satu tersangka lagi yang tengah buron.
“Kita masih melakukan pengejaran terhadap seorang tersangka lagi,” jelasnya. (red)