Posisi Paslon Ilyas – Endang Menggantung

Posisi Paslon Ilyas – Endang Menggantung

INDRALAYA, Surya Post – Situasi yang masih menunggu Penantian alias menunggu diterimanya salinan putusan dari Mahkamah Agung (MA) oleh KPU Ogan Ilir (OI) mengenai dikabulkan gugatan termohon Pasangan Calon (Paslon) No. Urut 02 H.M. Ilyas Panji Alam – H Endang PU Ishak (IPA-EPU) hingga Kamis (5/11) belum juga diterima, sehingga Paslon ini “Mengantung”.

Padahal sesuai dengan hitungan hari kerja sejak di kabulkannya gugatan Termohon kepada MA, tanggal 6 November 2020 merupakan hari terakhir, artinya tinggal satu hari lagi waktunya. “Salinan Surat Keputusan MA tentang Paslon 02 yang dikabulkan MA yang katanya sudah dikirim via PT POS belum juga kami terima ,”kata Kuasa Hukum KPU OI Mualimin Pardi SH Kamis (5/11).

Menurut Mualimin, bahwa perkara yang terjadi antara Paslon 02 dengan KPU OI berdasarkan ketentuan dari MA harus sudah putus selama 14 hari sejak permohonan itu diterima.

”Hitungannya selama 14 hari itu, jatuh pada tanggal 6 November 2020, namun hingga tanggal 5 November 2020, KPU OI belum juga menerima salinan putusan dari MA tersebut,”ujar Mualimin.

Sehingga katanya, jika besok (Hari ini 6 November) KPU OI belum menerima salinan putusan MA tersebut, maka sama saja tidak ada keputusan, dengan begitu KPU OI akan menggunakan kembali keputusan semula (Diskualifikasi). ”Kalau tidak ada keputusan MA, tentu KPU tidak bisa menindaklanjutinya, tapi akan kita tunggu sampai besok,”katanya.

Apalagi lanjut Mualimin, aturan dalam Pilkada juga menyebutkan, KPU bisa mengambil keputusan paling lambat 30 hari sebelum hari pencoblosan,”30 Hari yang dimaksudkan tersebut jatuh pada 9 November, kalau lewat tenggal tersebut, maka KPU tidak bisa mengambil keputusan lagi,” jelas Mualimin.

Terkait dengan beredarnya salinan putusan MA yang ada di situs Wibeside MA lanjut Mualimin, KPU OI tentu tidak bisa menindaklanjutinya , sebab yang syah adalah salinan putusan yang asli dikirim langsung oleh MA.

“Kalau cuma yang beredar direkctory, tentu itu akan sulit juga nanti pertanggungjawabannya, karena tidak ditandatangani, tidak dicap, siapa tau Web MA dihack orang kan begitu.”ujarnya.

Namun demikian, saat ini Kuasa Hukum KPU akan terus berkoordinasi dengan teman teman komisioner KPU atau akan langsung cek ke MA.

Tim Advokasi Paslon 02, Firli Darta SH mengatakan bahwa pihaknya telah menerima salinan putusan dari MA yang telah dicap dan ditandatangi,”Kami hari ini sudah menerima salinan putusan dari MA via Pos,”kata Firli.

Dan salinan putusan tersebut asli dari MA, dan telah diserahkan kepada KPU OI hari ini (5 November) ,”Jadi tidak ada alasan lagi KPU OI tidak Bisa menindaklanjutinya sesuai salinan putusan MA yang kami kirim ke KPU, meski KPU OI belum menerima resmi dari MA”kata Firli.

Masih kata Firli, semestinya KPU harus pro aktif untuk menanyakan kepada MA mengapa, sampai saat ini salinan putusan belum juga diterima,”Padahal kami sendiri dari Kuasa Hukum Tim Paslon 2 sudah menerima salinan putusan MA via Pos,”tukasnya. (red)