Putusan MK: Devi Suhartoni – Inayatullah Pasangan yang Berhak Pimpin Muratara

Jakarta,Surya Post

Gugatan paslon petahana Muratara, Syarif Hidayat-Surian Sopian, terkait hasil Pilkada Musi Rawas Utara (Muratara) ditolak Mahkamah Konstitusi (MK) dalam sidang pleno terbuka, Rabu (17/2/2021).Putusan tersebut dibacakan Ketua MK Anwar Usman didampingi delapan hakim konstitusi, dalam persidangan secara virtual, Rabu (17/2/2021) dengan petikan amar putusan Nomor 03/PHP.BUP-XIX/2021.MK mengungkapkan bahwa jumlah perbedaan perolehan suara antara pemohon dengan paslon peraih suara terbanyak adalah paling banyak 2% x 113.087 suara atau sama dengan 2.262 suara. Kemudian perolehan suara Pemohon adalah 40.126 suara, sedangkan perolehan suara Pihak Terkait adalah 49.109 suara.

“Perbedaan perolehan suara antara Pemohon dan Pihak Terkait adalah 8.983 suara atau 7.94% atau lebih dari 2.262 suara. Karena selisih suara Pemohon dengan Pihak Terkait lebih dari 2.262 suara, maka pemohon tidak memiliki legal standing dalam perkara a quo. Maka mahkamah tidak dapat melanjutkan perkara a quo,” demikian bunyi putusan yang dibaca saat sidang pleno terbuka, Rabu (17/2/2021).Pasangan Devi Suhartoni – Inayatullah langsung bersuka cita mendengar Keputusan MK yang menyatakan permohonan pemohon tidak dapat diterima. Dengan begitu, pasangan ini menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Muratara terpilih yang sah.

“Alhamdulillah, proses hukum sudah dilalui sesuai tahapan dan Undang-undang yang berlaku. Dengan demikian secara de facto dan dejure saya Devi Suhartoni dan Inayatullah sah sebagai pemenang pilkada Muratara,” kata Devi usai mendengar keputusan yang dibacakan hakim MK, Rabu (17/2/2021).Inilah demokrasi, tambah Devi, dan ini menjadi pembelajaran politik yang berharga bagi masyarakat Muratara. Kita hormati hasil keputusan MK dan kita jaga kondusifitas Kabupaten Muratara. (Infosriwijaya)