Raperda Pilkades Terlambat Dibahas

Kayuagung, Surya Post.

Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak, untuk 158 desa di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) terancam molor, karena sampai saat ini Rancangan peraturan daerah (Raperda) yang mengatur tentang pelaksanaan Pilkades tersebut belum dibahas oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) OKI.

Padahal sesuai Jadwal yang di rencanakan oleh Badan Pemeberdayaan Masyarakat Pemerintah Desa (BPMPD) OKI, Pilkades serentak akan dilaksanakan pada Bulan Juli 2015 mendatang. “Sebenarnya Raperda tersebut sudah kita ajukan ke DPRD, tetapi belum di bahas, DPRD sudah menjadwalkan pada tanggal 18 Mei nanti raperda itu baru dibahas untuk di sahkan menjadi Perda, kita berharap Perda cepat disahkan, agar pelaksanaan pilkades serentak tidak molor,” Kata Kepala BPMPD OKI Nursula SSos, Kamis (7/5/2015)

Menurut Nursula, meski Raperda belum dibahas, pihaknya sudah melakukan persiapan sejak sekarang, terutama pembentukan panitia pelaksanaan pilkades disetiap desa. “Dari 158 desa yang akan menggelar pilkades sudah kita minta untuk membentuk panitia pelaksana di setiap desa, sudah 70 persen desa yang akan menggelar pilkades sudah membentuk pianitia,” ujarnya.

Bagi panitia pemilihan kades yang sudah terbentuk, Nursula meminta agar segera merancang besaran biaya Pilkades di desanya masing-masing. “Dari pemerintah daerah hanya membantu Rp 5 juta per desa, sisanya nanti akan ditambah dari bantuan para calon kades, besaran biaya pilkades tentu disesuaikan dengan luas wilayah dan jumlah penduduk desa tersebut, panitia tidak boleh memungut biaya yang  tidak sesuai dengan luas wilayah dan jumlah penduduk sehingga memberatkan masing-masing calon kades,” ungkapnya.

Sementara itu, menurut wakil ketua DPRD OKI Agus Salim mengatakan, bahwa DPRD tidak memperlambat pembahasan raperda Pilkdes tersebut. “Raperda itu baru masuk di DPRD, sehingga baru akan kita bahas pada tanggal 18 Mei nanti, secepatnya rapreda itu akan kita sahkan, agar pelaksanaan pilkades di OKI tidak molor,” kata Politisi Partai Demokrat ini.

Dari total 158 desa yang akan melaksanakan pilkades serentak, ada sekitar 46 desa yang masa jabatan kadesnya sudah habis di 2014 lalu dan sekarang di pimpin oleh PJS, kemudian ada kades masa jabatanya berakhir di 2015 dan ada juga yang masa jabatanya berakhir di akhir 2015 tetapi mereka sepakat untuk ikut pemilihan serentak, sehingga semuanya berjumlah 185 desa.

Dampak positif jika pilkades digelar secara serentak. di samping meciptakan efesiensi dan efektifitas pelaksanaan pilkades, pelaksanaan pilkades serentak ini dapat  menjamin objektivitas serta menjamin validitas data pemilih sehingga tidak menimbulkan konflik di tengah masyarakat.

Bagi panitia pelaksanaan pilkades, BPMPD OKI akan membantu Rp 5 juta per desa. Bantuan tersebut nantinya, diperuntukkan pada operasional dalam pelaksanaan pilkades, mulai dari menyiapkan tenda, bilik, suara, surat suara dan kebutuhan untuk menunjang terlaksananya pilkades.

Ditambahkan Kabid Pemerintahan Desa, Fauzan mengenai pelaksanaan Pilkades, pihaknya  masih menggunakan sistem manual yakni menggunakan surat suara. Hingga saat ini belum ada petunjuk dari pusat yang mewajibkan setiap kabupaten/kota di Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menggunakan sistem e-voting.

“Jadi Pilkades di Kabupaten OKI masih manual atau tetap menggunakan surat suara seperti pilkades-pilkades sebelumnya, kita belum menerapkan sistem e-voting untuk tahun 2015 ini,” terangnya.

Dirincikanya dari 158 desa yang akan menggelar pilkades tersebut masing-masing di Kecamatan Air Sugihan ada 12 desa, Kecamatan Cengal ada 11 desa, Kecamatan Jejawi ada 10 desa, Kayuagung sebanyak 9 desa, Kecamatan Lempuing ada 9 desa, Kecamatan Lempuing Jaya ada 6 desa, kecamatan Mesuji ada 11 desa.

Selain itu, Kecamatan Mesuji Makmur 12 desa, Kecamatan Mesuji Raya 9 desa, Kecamatan Pampangan 10 desa, Kecamatan Pangkalan Lampam 7 desa, Kecamatan Pedamaran 10 desa, Kecamatan Pedamaran Timur 3 desa, Kecamatan SP Padang 8 desa, Kecamatan Sungai Menang 5 desa, Kecamatan Tanjung Lubuk 5 desa, Kecamatan Teluk Gelam 6 desa dan Kecamatan Tulung Selapan sebanyak 15 desa. (and)




Tinggalkan Balasan