Rencana Sekolah Tatap Muka Kota Prabumulih Harap Ditinjau Lagi

Prabumulih,Surya Post

Provinsi Sumatera Selatan sejak dilandar Kasus Covid- Selatan hingga saat ini tak henti-hentinya mengalami kenaikan. Bahkan, pada Update Covid-19 Sumsel per 28 Desember, Prabumulih diketahui masih menjadi satu-satunya kota/kabupaten di Sumsel masih  dinyatakan sebagai zona merah.Dengan tingginya insiden kasus positif di kota nanas dengan jumlah rata-rata pasien terinfeksi covid-19 di Prabumulih kini menyentuh angka 244,5 orang per 100 ribu penduduk.

Sebelumnya kota Prabumulih telah merencanakan pada yanggal 4 Januari 2021 mendatang,akan memulaikan sisti belajar dan mengajar tatap muka di sekolah.Namun dengan kembalinya Kota pagaralam masuk zona covid-19,maka  pihak DPRD Kota Prabumulih belakangan nampak kembali meragukan “Akan kita tinjau dulu lagi sekolah-sekolah nanti, mengingat Prabumulih saat ini masih zona merah. Peninjauan kembali kita lakukan untuk melakukan pengecekan serta persiapan-persiapan mereka (pihak sekolah) dalam penerapan Protokol Kesehatan,” ungkap Ketua DPRD Kota Prabumulih, Sutarno SE kepada awak media.Dalam rencana peninjauan ulang sekolah tersebut, dikatakan Sutarno jika pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Prabumulih sebelum jadwal Tatap Muka di sekolah yang telah ditetapkan sebelumnya tersebut.“Nanti akan kita koordinasikan dengan pihak Dinas Pendidikan untuk jadwal melakukan peninjauan kembali sekolah-sekolah,” jelasnya.

Sutarno juga menambahkan dalam hal ini pihaknya juga akan memberikan kesempatan kepada Pemkot Prabumulih, untuk mengevaluasi terlebih dulu kondisi status zona di tiap-tiap wilayah desa/kelurahan yang ada di Prabumulih.“Yang jelas kita tetap berpedoman dengan Kementerian Pendidikan dan Kementerian Kesehatan,” paparnya.Ditempat terpisah, Wali Kota Prabumulih Ir H Ridho Yahya MM dimintai tanggapannya terkait hal tersebut, Senin (28/12/2020), menyampaikan bahwa jadwal Tatap Muka di sekolah yang telah direncanakan tersebut tetap akan dilaksanakan.“Yang nak sekolah tetap kito sekolahkan. Yang dak punyo keyakinan jangan menghambat yang lain, pengen kita seperti itu,” kata Ridho.

“Tapi kita akan melihat dulu akhir-akhir ini. Kalau untuk penerapan protokol kesehatan dari dulu sekolah-sekolah sudah kita tekankan. Kalau mau ditinjau terus capek juga,” imbuhnya.Untuk persoalan pendidikan, kata Ridho pelaksanaan belajar mengajar tidak harus berpatokan dengan status zona. “Nanti waktu mau sekolah merah lagi tutup lagi sekolah. Kalau terus berpatokan dengan zona, anak-anak kita tidak akan pernah bisa sekolah,” kata dia.“Yang mau sekolah silahkan. Jadi saya mohon juga kepada warga yang mampu kasihan juga kan dengan warga-warga yang tidak mampu anak mereka kan butuh sekolah juga, mereka sangat membutuhkan pendidikan di sekolah. Berbeda dengan orang yang mampu mereka bisa mendatangkan guru bisa membelikan pulsa, tapi yang warga-warga miskin ini yang kita pikirkan,” tukasnya. (Sp)