Resepsi Pernikahan di Bandarlampung Sementara Ditiadakan

Lampung,Surya Post

Menindaklanjuti  hasil rapat Penanganan Covid-19 oleh Satuan Tugas Covid-19 Provinsi Lampung, yang mana di dalamnya Gubernur memerintahkan setiap kepala daerah untuk meniadakan pesta pernikahan atau kegiatan yang mengumpulkan orang banyak tanpa terkecuali, direspon Pemkot Bandarlampung.Wali Kota Bandarlampung Herman H.N. mengatakan, pihaknya akan mengeluarkan surat edaran tentang larangan tersebut dan belaku mulai hari ini (25/1).“Senin surat edaran itu akan keluar, tidak bisa kita tunda. Tidak ada waktu batasan kalau sebulan sudah reda tidak ada yang terjangkit lagi mungkin bisa,” katanya, Minggu (24/1).Hal itu dilakukan mengingat banyaknya warga Bandarlampung yang terinfeksi virus Covid-19 per harinya, yakni 35 orang.

“Di kota Bandarlampung sudah 3.500 orang  lebih, berartikan ini sudah luar biasa,” ungkapnya.Oleh kerena itu, dirinya meminta masyarakat untuk tidak melakukan pesta resepsi pernikahan terlebih dahulu, sampai waktu yang belum bisa ditentukan, kemudian kepada para pedagang atau pelaku bisnis untuk menerapkan 3M.“Kepada masayarakat diharapkan menikah dengan yang menghadiri cukup 50 orang, lalu mengatur jarak. Resepsi bisa ditunda, jadi minta tolong bener kepada masyarakat, daerah lagi merah, sudah luar biasa,” ujarnya.Bagi yang sudah terlanjur menyebarkan undangan di minggu-minggu ini Herman mengaku akan memakluminya dengan mengizinkan akad nikahnya saja.

“Ya kita bakal kasih tahu dari sekarang, biar tidak terlanjur menyebar surat undangannya, kalau sudah terlanjur ya telepon satu-satu minta maaf kalau sudah tersebar lakukan akad nikah saja,” tandasnya..1. Tidak mengadakan acara resepsi (Pesta Pernikahan Khitanan, Ulang Tahun dan lain-lain).2. Tidak mengadakan kegiatan yang mengumpulkan (lomba-lomba, massa pameran atau pertunjukan, pertandingan, aksi damai dan lain-lain).3. Acara akad nikah dapat dilaksanakan dengan ketentuan: dihadiri maksimal 50 orang, dengan waktu pelaksanaan maksimal 2 jam, diatur juga implementasi penerapan protokol kesehatan secara ketat, terakhir tidak menggunakan hiburan atau live music. (sumeks.co)