Retribusi IMTA Kab OKI 2021 Ditergetkan Rp 200 juta

Photo : Net

Kayuagung,Surya Post

Pemerintah Kabupaten OKI pada 2020 telah mentergetkan hasil retribusi, seperti perpanjangan Izin Memperkerjakan Tenaga Kerja Asing (Imta)   sebesar  Rp.150 juta.Sedangkan pada Tahun 2021 ini pemkab Ogan Komring Ilir (OKI), juga telah menergetkan pada retribusi yang sama sebesar  Rp 200 juta .Hal ini dikatakan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerrja dan Transmigrasi (Distrantrans) Kabupaten OKI Ir Imlan Kairun MSi, melalui Kepala Bidang (Kabid) Penta Kerja, Tarmizi SSos.Selain itu dikatakan Imlan pada awal tahun 2021 ini  yang baru berjalan dua bulan realisasi Imta telah mencapai 42,21 persen atau senilai Rp 84.240.000. Adapun Nilai realisasi tersebut berasal dari 5 orang Tenaga Kerja Asing (TKA),

Menurut dia, 42,21 persen realisasi itu terhitung dari Januari hingga Februari awal tahun ini saja, jadi jelas sangat optimis tahun ini retribusi Imta kembali over tahun seperti tahun lalu. Maka oleh karena itu target di tahun ini dinaikkan dari tahun lalu.” Dari besaran retribusi Imta yang telah masuk itu berasal dari TKA yang bekerja di perusahaan Kecamatan Air Sugihan tepatnya PT OKI Pulp and Paper Mills, ” ungkap Tarmizi.Lanjutnya, rata-rata TKA bekerja di perusahaan PT OKI Pulp and peper Mills. Kalau di perusahaan lain hanya satu atau dua orang saja. Adapun jumlah TKA saat ini berjumlah 95 orang. Hasil retribusi IMTA masuk Kas daerah (Kasad), kemudian oleh pemerintah daerah ada sebagian diberikan ke Disnakertrans guna keperluan tata laksana.

” Untuk tahun lalu retribusi Imta over target didapat berasal dari 24 orang TKA yang tersebar di OKI. Tetapi rata-rata berasal dari PT OKI Pulp and Paper Mills yang berada di Kecamatan Air Sugihan, ” jelasnya.Masih kata dia, untuk ketentuan restribusi Imta yakni 1 orang TKA membayar sebesar 100 USD dan sejumlah TKA yang memperpanjang Imta dan telah membayar retribusi ini memang benar-benar bekerja di Kabupaten OKI.Retribusi Imta bisa dipungut dengan masa perpanjangan kerja diatas 6 bulan, tetapi apabila perpanjangan kerja tidak mencapai 6 bulan, maka retribusi Imta tidak bisa dipungut.

Tarmizi menjelaskan, dalam hal retribusi Imta ini bukan semua TKA yang bekerja di Kabupaten OKI harus membayar retribusi Imta. Tetapi tetap ada peraturannya yakni apabila TKA bekerja dengan dua Kabupaten maka retribusi Imta nya dibayarkan kepada Provinsi. Sedangkan TKA yang bekerja di Provinsi, retribusi Imta nya pusat yang ambil. (Sp-Red))