Saham Inggris ‘Rebound’ Setelah Jatuh Selama Sepekan Akibat Corona

London,Surya Post

Saham-saham Inggris berbalik naik atau rebound pada penutupan perdagangan Senin (2/3/2020), menyusul penurunan tajam pekan lalu di tengah kekhawatiran pasar atas meningkatnya jumlah kasus COVID-19 yang dikonfirmasi secara global.Indeks acuan FTSE 100 di Bursa Efek London, dibuka lebih tinggi dan mengakhiri perdagangan pada 6.654,89, naik 1,13 persen atau 74,28 poin.Hikma Pharmaceuticals, sebuah perusahaan farmasi multinasional, melonjak 6,21 persen, menjadi peraih keuntungan tertinggi (top gainer) dari saham-saham unggulan atau blue chips. Disusul oleh saham perusahaan supermarket daring Inggris Ocado Group yang terangkat 5,22 persen, dan perusahaan supermarket lainnya, WM Morrison Supermarkets naik 5,17 persen.

Di sisi lain, International Consolidated Airlines Group, sebuah perusahaan induk maskapai penerbangan multinasional Anglo-Spanyol, menjadi pemain terburuk (top loser) dalam saham-saham unggulan, dengan nilai sahamnya anjlok 8,24 persen.Diikuti oleh saham perusahaan operator pelayaran Inggris-Amerika, Carnival dan maskapai bertarif rendah EasyJet juga jatuh.Russ Mold, direktur investasi di AJ Bell, dikutip oleh BBC mengatakan: “Investor telah menggunakan akhir pekan untuk merenungkan aksi jual pasar global pekan lalu. Waktu untuk refleksi tampaknya telah mengubah mood dari keadaan panik menjadi rasa tenang, seperti yang diilustrasikan oleh pasar yang mulai bergerak naik pada Senin.”Para analis percaya kenaikan pasar didasarkan pada harapan stimulus dari bank-bank sentral.

Pasar saham di daratan China, Hong Kong dan Jepang lebih tinggi karena para pedagang berharap akan ada pendekatan terkoordinasi oleh bank-bank sentral dan pemerintah untuk mengatasi krisis.Para pialang optimis, bank sentral AS, Australia dan Jepang akan melonggarkan kebijakan moneter untuk mencoba dan mengurangi krisis. Pasar ekuitas Eropa diperkirakan akan dibuka lebih tinggi di belakang optimisme ini juga, menurut David Madden, analis pasar di CMC Markets (UK).Di Italia, di mana terdapat lebih dari 1.600 kasus yang dikonfirmasi, Menteri Ekonomi Roberto Gualtieri mengumumkan pada Minggu (1/3/2020) bahwa negara itu akan meluncurkan langkah-langkah senilai 3,6 miliar euro (4,02 miliar dolar AS) untuk mengatasi dampak baru virus corona terhadap perekonomian.

Namun, kekhawatiran tetap serius atas meningkatnya ancaman virus corona. Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan pada Senin (2/3/2020) bahwa risiko bagi orang yang tinggal atau bepergian di Eropa untuk terinfeksi virus telah ditingkatkan oleh Pusat Kontrol Pencegahan Penyakit Eropa (ECDC).Menurut penilaian risiko harian ECDC yang diterbitkan Senin (2/3/2020), risiko yang terkait dengan infeksi untuk orang di UE/EEA dan Inggris saat ini dianggap “sedang hingga tinggi”.(Antara)