Sekda prabumulih Nilai “Ganjil” penetapan 2 mantan sekda sebagai tersangka

Prabumulih, Surya Post.

Sekretaris Daerah (Setda) Kota Prabumulih H Djoharudin Aini menilai ada kejanggalan, dibalik penetapan  dua orang mantan Sekda Prabumulih yakni

Latif Mendiwo dan Nila Utama yang tersandung permasalahan hukum, dan telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyimpangan kas daerah kesekretariatan Pemerintah Kota Prabumulih tahun 2007-2011, oleh pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel belum lama ini.

Pria yang disapa Djohar ini menyesalkan hal ini. Menurut dia mestinya pihak Kejati minta pendapat BPKP dulu sebab itu permasalahan 8 tahun yang lalu. “Kelihatannya ganjil, kerena begini, Kok pak latif dan Pak Nila,  seolah ada rekayasa politik. Sekda pada kurun waktu itu mulanya Pak Kemis, kemudian Pak Latif, lalu Pak Gozali Hanan baru Pak Nila” urai Djohar yang dibincangi usai olahraga pagi Jumat (29/05/15) di Halaman Pemkot Prabumulih.

Itulah yang janggal kata dia mestinya kan Pak Gozali minimal ikut diperiksa.Karena awalnya permasalahan yang diangkat olet Kejati adalah hasil audit BPK  tahun 2007-2013 Namun dalam proses ternyata mundur menjadi tahun 2007-2011.  “Dan Pak Gozali jelas termasuk diantara kurun waktu itu. Ada apa ini” beber Sekda yang mulai menjabat 2014 itu.

Sementara untuk Kabag Keuangan Ferdiansyah dan Staf Setda Pemkot Prabumulih Muslimin Jamir PNS Prabumulih, yang juga ditetapkan sebagai tersangka kata Djoahar akan diberi bantuan hukum untuk pembelaan yang merupakan kebijakan dari Pemerintah Kota Prabumulih. “Sebagai bentuk kebijakan Pemkot Prabumulih PNS yang masih aktif itu akan diberikan sebentuk bantuan hukum” pungkasnya. (Pan) 




Tinggalkan Balasan