Sekolah Diminta Usut Tuntas Kasus Bullying, Tiga Dosa Besar Pendidikan Harus Dihilangkan

Jabar,Surya Post

Maraknya tindakan perundungan di satuan pendidikan menjadi perhatian Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi.Hal itu perlu mendapat perhatian semua pihak demi melindungi anak-anak. Kepala Disdik Kota Cimahi, Harjono mengungkapkan, selain kekerasan seksual dan inteloransi, bullying termasuk tiga dosa besar pendidikan yang harus dihilangkan.

”Saya berharap semua stakeholder pendidikan bersatu melakukan upaya, mulai dari pencegahan, penyembuhan, hingga pendampingan terhadap korban tiga dosa besar pendidikan tersebut, termasuk bully. Kami mencoba merumuskan pembentukan tim khusus yang menangani bullying, tindakan kekerasan seksual, dan intoleran,” ujar Harjono, Kamis 13 Oktober 2022.Tim yang dibentuk nantinya akan membuka hotline yang dapat menerima aduan atas kasus bullying, tindakan kekerasan seksual, dan intoleran.

”Tidak hanya untuk pengaduan, tetapi bisa juga untuk berkonsultasi, berkoordinasi, dan melaporkan kejadian,” ucapnya.Dia menjelaskan, tim ini akan ada di dalam jajaran Satgas Ramah Anak yang terkoneksi langsung dengan Disdik dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) yang menangani bullying dan tindak kekerasan.

Semua sekolah diminta mempertajam peran Satgas Sekolah Ramah Anak, termasuk tanggap dan sigap menyelesaikan masalah.”Sebagian besar anak-anak melakukan bullying kepada temannya karena ketidaktahuan atau ada permasalahan lain yang jadi pemicu. Pemahaman ini harus disampaikan kepada anak-anak, pelaku dan korban bullying di lingkungan sekolah merupakan anak-anak yang keduanya wajib mendapat pendampingan,” ucapnya.

Harjono berharap semua stakeholder pendidikan bersatu mampu menyelesaikan tindakan tiga dosa besar pendidikan.”Semoga dengan upaya bersama ini kita bisa entaskan tiga dosa pendidikan,” ujarnya.Implementasi arahan tersebut, SMPN 1 Cimahi menggelar kampanye Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di Jalan Raden Embang Artawidjaja, Kamis 12 Oktober 2022. Gelar kampanye P5 bertema

”Bangunlah Jiwa dan Raganya” dengan topik ”Lawan Bullying Melalui Karya Dengan Bahagia”. Para pelajar menampilkan karya sesuai bakat dan minat, di antaranya berbentuk sosiodrama, poster, tari, puisi, pidato, hingga lagu bertema tolak bullying.Poster yang dibuat nantinya akan dibawa berkeliling Kota Cimahi sebagai aksi kampanye tolak bullying, Jumat 14 Oktober 2022.”Kegiatan ini menampilkan karya hasil pembelajaran. Para orangtua turut diundang untuk melihat karya P5 oleh para siswa, juga agar mengetahui sejauh mana pemahaman anak-anak soal bully,” ujar Kepala SMPN 1 Cimahi, Sri Mulyaningsih.

Dia mengatakan, acara tersebut digelar setelah melaksanakan jajak pendapat kepada para siswa.”Ternyata, bahasan yang sedang ramai itu soal bullying. Selaras dengan arahan dari Disdik Kota Cimahi terkait penguatan Satgas di sekolah untuk menghapus tiga dosa pendidikan,” katanya.Diakui Yani panggilan akrab Sri Mulyaningsih, kejadian bullying bisa terjadi dimana saja. Pihaknya memiliki tim khusus untuk penanganan kasus bully. Kita sudah punya SOP untuk penanganan bully,” tuturnya.( Pikiran Rakyat.com)