Sektor Pertanian Tetap Eksis di tengah Pandemi Corona

Muratara,Surya Post

Di tengah pandemi wabah Covid-19, petani padi di wilayah Kabupaten Muratara, masih tetap bertahan. Hingga April 2020, petani mengaku masih bisa memproduksi padi dengan dua kali musim tanam.Wabah Covid-19 nampaknya tidak terlalu banyak memengaruhi sektor pertanian di wilayah Muratara. Farlan petani asal Kecamatan karang Jaya, Muratara menuturkan. Saat ini produktivitas pertanian di wilayah mereka masih tetap berjalan. menurutnya saat ini masyarakat di Muratara lebih banyak memproduksi padi ladang ketimbang padi sawah.

“Kalau di tempat kami pertanian masih terus berjalan. Belum ada pengaruh soal Covid-19 ke petani sawah. Karena yang mengkonsumsi beras petani Muratara, lebih banyak masyarakat lokal ketimbang masyarakat luar,” katanya, Selasa (28/4).Dia mengaku, saat ini sudah banyak petani yang memasuki masa panen pertama. Bahkan sudah ada yang memasuki masa tanam ke dua. “Untuk produksi masih tetap stabil minimal bisa mencapai 3-4 ton/ hektar, satu kali panen” ujarnya.

Meski sektor pertanian padi tidak berdampak wabah Covid-19. Namun di setor komoditas perkebunan sudah banyak petani yang mulai mengeluh karena penurunan harga komoditas. Farlan mengungkapkan, sejumlah harga komoditi yang alami penurunan seperti komoditas karet. “kalau harga beras di wilayah kita masih stabil di pasaran, tapi kalau harga karet sekarang memang sudah alami penurunan,” ujarnya

Terpisah, kepala dinas Pertanian dan Perikanan Muratara, Suhardiman mengungkapkan. Sejak januari-maret 2020, total produksi padi di Muratara sudah mencapai 9.556 ton yang tersebar di tujuh wilayah kecamatan.Dia membenarkan belum ada dampak signifikan dari produksi pertanian padi yang terimbas isu Covid-19. “Untuk sektor Pertanian kita masih stabil dan tetap berjalan. Belum ada kendala sampai saat ini, tapi kami tetap mengimbau saat melakukan aktivitas petani tetap ikuti anjuran pemerintah,” tegasnya.

Petani diminta, selalu memakai masker, dan setelah beraktivitas perbanyak mencuci tangan dengan sabun. kondisi itu dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Di Muratara Dinas Pertanian dan Perikanan Muratara mencatat, memang kebanyakan petani memanfaatkan varietas padi ladang ketimbang padi sawah. “Petani yang panen saat ini kebanyakan padi ladang ketimbang padi sawah. Karena di wilayah kita masih banyak sawah tadah hujan,” ujarnya.

Disinggung mengenai produksi sektor komoditas perkebunan, Suhardiman enggan berkomentar lebih jauh. Dia membenarkan jika saat ini terjadi penurunan harga dan penurunan produksi di sektor perkebunan. “kalau soal dampak Covid ke sektor perkebunan memang ada. Tapi saya tidak bisa menjawabnya, apa lagi harga komoditas karet dan sawit itu dipengaruhi internasional,” tutupnya.(Sumeks)