Sepekan, Tidak Ada Impor Beras Hingga Pendirian Indonesia Battery Corp

Jakarta,Surya Post

Terdapat berita ekonomi dari Kantor Berita Antara yang menarik perhatian pembaca selama satu pekan terakhir, seperti penegasan dari Presiden RI Joko Widodo bahwa Indonesia tidak akan mengimpor beras hingga Juni 2021, hingga pemerintah yang meresmikan pendirian Indonesia Battery Corporation.Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa beras impor belum masuk ke Indonesia.”Saya pastikan bahwa sampai bulan Juni 2021 tidak ada beras impor yang masuk ke negara kita Indonesia,” kata Presiden Jokowi dalam tayanan Youtube di “channel” Sekretariat Presiden pada Jumat. Presiden RI Joko Widodo mengingatkan bahwa upaya percepatan memang menjadi kunci untuk memulihkan ekonomi domestik saat ini, tapi pemerintah tetap harus menyeimbangkan rem dan gas dalam menormalisasi aktivitas masyarakat.

Percepatan pemulihan ekonomi menjadi kunci tapi sekali lagi gas dan rem harus diatur, seperti yang tadi saya sampaikan kalau buka pasar COVID-19-nya naik, hati-hati, per sektor dulu jangan semua buka, hati-hati, kata Presiden Jokowi saat membuka Musyawarah Nasional V Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) di Istana Negara, Jakarta, Jumat.Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan sedang mencermati rendahnya penyaluran kredit di Bank Umum Swasta Nasional (BUSN) dan bank asing hingga Februari 2021.Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam temu Stakeholder untuk Pemulihan Ekonomi Nasional yang dipantau dari Jakarta, Kamis, mengatakan balance kredit (saldo kredit) untuk BUSN hingga Februari 2021 minus 5 persen, sedangkan bank asing mencapai minus 25 persen.

Pertumbuhan kredit yang sudah positif di BUMN sekitar satu persen dan BPD 5,6 persen. Justru bank swasta nasional dan bank asing yang balance kreditnya masing-masing minus 5 persen dan minus 25 persen. Jadi kami menaruh perhatian betul untuk yang swasta ini, kenapa demikian? Akan kami lihat secara detail, debitur per debitur, kenapa?, dan ini tugas OJK supaya ada jawabnya, ujar Wimboh.Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menghimpun data perusahaan peserta program vaksinasi gotong royong yang hingga kini sudah mencapai lebih dari 17.387 perusahaan pendaftar.”Jumlah pendaftar mengalami penambahan sejak tahap pertama pendaftaran dibuka. Hingga kini Batch 2 ditutup, total pendaftar mencapai sedikitnya 17.387 perusahaan dengan total vaksinasi mencapai 8.665.363 orang,” kata Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.

Rosan menuturkan sektor industri padat karya atau manufaktur yang mendaftar di vaksin.kadin.id mencapai 981 perusahaan. Setiap perusahaan padat karya bisa mendaftarkan vaksinasi untuk karyawan dan keluarga karyawannya mencapai ribuan, bahkan puluhan ribu orang.
Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan pendirian Indonesia Battery Corporation atau IBC merupakan langkah berani untuk menjadikan Indonesia (Republik Indonesia) sebagai pemain global dalam bisnis baterai kendaraan listrik atau EV Battery.”Saat ini Alhamdulillah justru kita memanfaatkan momentum yang sangat penting, ketika perubahan daripada inovasi yakni EV battery yang merupakan berbasis nikel kita justru mengambil langkah yang cukup berani dengan tidak mau kalah dengan negara-negara besar bahwa kita bisa menjadi pemain global,” ujar Erick dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat.(Antara)