Sidang Lanjutan Dugaan Korupsi Proyek, Ketua DPRD Muaraenim Aries Ngotot Tak Terima Uang

Palembang,Surya Post

Sidang lanjutan dugaan korupsi proyek di Maura Enim dengan terdakwa bupati non aktif Ahmad Yani kemvali di gelar di Pengadilan Tipikor Palembang, Selasa (3/3).Persidangan dengan mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan JPU KPK di sesi dua yakni Ketua DPRD Muara Enim Aries HB, Plt Bupati Muara Enim H Juarsah dan tiga anggota DPRD Muara Enim yakni Indra Gani Fitriyansyah serta Willian.Majelis hakim yang memeriksa kelima saksi dimuka persidangan, mencecar aliran dana yang diberikan Robi melalui Elvin kepada kelimanya terkait 16 paket proyek jalan yang ada di Muara Enim.

Meski majelis hakim terus mencecar kelima saksi, bila mereka menerima aliran dana atau fee dari 16 paket proyek tersebut, kelimanya tetap bersikukuh tidak menerima uang dari fee proyek.Majelis hakim, menanyakan kepada Ketua DPRD Muara Enim mengenai proyek yang dikerjakan Robi. Namun, Aries mengaku tidak tahu ada proyek yang dikerjakan Robi. Begitu pula dengan mekanisme proyek yang seluruhnya wewenang eksekutif.”Dari penganggaran itu semua eksekutif, kami hanya memberikan pokok-pokok pikiran dewan atau usulan dari masyarakat. Ada 45 anggota dewan, diusulkan dalam bentuk fraksi tentang usulan dari masyarakat. Kalau 16 proyek, tidak tahu. Saya juga tidak ada dana aspirasi,” ungkap Aries menjawab pertanyaan majelis hakim.

Ketika dicecarz Aries mengakui ada mengusulkan 20 usulan dari masyarakat yang meminta perbaikan jalan. Dari 20 itu, hanya diakomodir 10 usulan yang diterima dengan nilai Rp 7-8 miliar.Majelis juga menginggung ada pertemuan di hotel Borobudur antara Ramlan yangdi hadiri Robi untuk karaoke. Namun, Aries menjelaskan bila ia tidak tahu bila Robi hadir. Mereka bertemu juga tidak pernah membahas masalah fee proyek.”Ketua Dewan Terhormat, dari keterangan saksi-saksi, anda menerima miliaran uang fee proyek. Apakah benar itu,” tanya majelis.”Tidak pernah ada ya mulia,” jawab Aries dimuka persidangan. “Bagaimana tidak ada, saksi lebih dari tiga mengungkapkan bila mereka memberikan langsung kepada saudara. Jangan anda bersilat ludah disini,” tegas majelis.

“Benar ya mulia tidak ada,” jawab Aries.”Baik. Bila anda bilang tidak terima padahal lebih dari tiga saksi mengatakan anda menerima miliaran. Nanti, setelah kami konfrontir dengan saksi-saksi dan anda tetap bersikukuh tidak menerima. Tanggung sendiri akibatnya, kalau anda jadi pesakitan dan masuk penjara sampai membusuk di penjara,” ancam majelis hakim yang membuat wajah Aries memerah.Ketua DPRD Muara Enim Aries HB ngotot tak menerima fee proyek meski sudah banyak saksi yang menyatakan, tak jauh berbeda juga diungkapkan Plt Bupati Muara Enim H Juarsah.

Majelis hakim mengungkapkan dari keterangan saksi-saksi, bila Juarsah meminta uang kepada Elvin, akan tetapi Elvin meminta ke Robi setelah disetujuai A Yani.Uang diberikan langsung kepada Juarsah di rumah pribadinya yang berada di Pakjo.”Apakah benar, bila ada uang yang diantar ke rumah anda di Pakjo,” tanya majelis kepada Juarsah.”Tidak pernah ya mulia,” jawab Juarsah.Begitu pula dengan tiga anggota dewan yang diperiksa, mereka juga mengungkapkan tidak pernah menerima uang senilai Rp 200 juta dari fee proyek dari 16 paket proyek yang dikerjakan Robi. Semuanya tetap bersikukuh tidak menerima uang. (Sripo)