Kasus kepemilikan narkoba jenis sabu-sabu seberat 11,5 Kg dan ekstasi sebanyak 24.505 butir senilai Rp 22,5 Miliar menjalani sidang perdana d Pengadilan Negeri (PN) Kayuagung, terdakwa Muntala (50) dan Zulkefli Hasan (44)

Terdakwa Kasus Narkoba Senilai Rp 22,5 Miliar Menjalani Sidang Perdana

Kasus kepemilikan narkoba jenis sabu-sabu seberat 11,5 Kg dan ekstasi sebanyak 24.505 butir senilai Rp 22,5 Miliar menjalani sidang perdana d Pengadilan Negeri (PN) Kayuagung, terdakwa Muntala (50) dan Zulkefli Hasan (44)Kayuagung, Surya Post.

Sidang perdana kasus kepemilikan narkoba jenis sabu-sabu seberat 11,5 Kg dan ekstasi sebanyak 24.506 butir senilai Rp 22,5 Miliar di Pengadilan Negeri

(PN) Kayuagung, Selasa (12/52015) ditunda oleh majelis hakim. Alasan terdakwa tidak didampingi pengacara karena tidak mampu untuk membayarnya.

Sidang yang Ketua oleh Majelis Hakim Dominggus Silaban, hakim anggota Imam Budi Putra dan Firman Jaya, akan melanjutkan sidang terhadap kedua terdakwa Muntala (50) dan Zulkefli Hasan (44) warga Aceh tersebut, hari Senin (18/5/2015) sampai dengan didampingi pengacara.

Setelah majelis hakim mengetokan palu persidangan, Dominggus sempat bertanya lebih dahulu kepada kedua terdakwa mengenai pengacara mereka. “Apakah saudara terdakwa sudah menunjuk pengacara untuk mendampingi saudara selama pemeriksaan dipersidangan,” tanya Dominggus seraya mengarahkan kedua matanya kearah terdakwa.

Dengan lemas, terdakwa menjawab belum menujuk pengacara untuk mendapinginya, karena tidak mampu membayar pengacara. “Kami tidak punya pengacara pak hakim, karena kami tidak punya uang untuk membayar pengacara, tapi kalau pengadilan menunjuk pengacara untuk mendampingi kami, kita setuju saja, tapi kalau bayar kami tidak punya uang,” kata terdakwa Muntala seraya menundukan kepala.

Sidang tak dapat dilanjutkan, karena kedua terdakwa belum didampingi kuasa hukum, maka majelis hakim belum bisa melanjutkan persidangan dengan agenda pembacaan dakwaan. “Nanti pengadilan akan menunjuk pengacara untuk mendampingi saudara terdakwa, hari ini kita belum bisa membacakan dakwaan, sidang ditunda dan akan dilanjutkan pada Pada hari Senin (18/5) dengan agenda pembacaan dakwaan,” kata Dominggus seraya mengakhir persidangan dengan mengetok palu.

Hanya untuk diketahui, bahwa kedua terdakwa merupakan sindikat pengedar narkoba asal Provinsi Aceh yang berhasil diringkus jajaranSat Narkoba Polres bekerja sama dengan Kepolisian Sektor Lempuing Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), yang menggelar razia di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Lempuing. Hasilnya pihak kepolisian berhasil menghentikan laju kendaraan mobil Avanza Nomor polisi (Nopol) BK 1967 ZE yang ditumpangi kedua terdakwa.

Dari hasil razia akhirnya polisi menemukan barang bukti  11,5 Kg sabu-sabu dan 24,506 butir pil ekstasy, senilai Rp 22,5 Miliar, yang disimpan di bagian sisi kiri dan kanan dinding mobil. Kemudian, terdakwa diamankan di Mapolsek Lempuing dan diamankan di Mapolres OKI guna pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut.

Barang bukti tadi, 23 kantong besar sabu-sabu seberat 500 gram per kantong, 8 kantong berisi pil ekstasy warna merah logo nike, berjumlah 17,158 dan tiga kantong plastik pil ekstasi warna biru berjumlah 1.500 butir dan 8 kantong ekstasy warna kuning logo supermen. 

Demikian saat itu, berdasarkan pengakuan tersangka Mundala narkoba itu milik rekannya bernama Udin yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) yang merupakan warga Medan.

Keterlibatan dirinya saat itu hanya sebagai pengantar narkoba ke daerah Kalianda Provinsi Lampung Selatan dengan upah Rp 100 juta dan baru beri uang jalan sebenar Rp 10 juta. (and) 




Tinggalkan Balasan