Tersandung Narkoba, Wawako Prabumulih: jangan macam-macam di Kota Prabumulih

Prabumulih, Surya Post.

Terkait penjatuhan hukuman mati terhadap semua pengedar atau bandar narkoba, Wakil Walikota Prabumulih, H Andriansyah Fikri mengaku sangat mendukung.

“Bandar besar itu kalau kita kalkulasi omsetnya sudah milyaran rupiah. Kalikan saja, artinya barang itu sudah kiloan. Untuk itu kita setuju jika pengedar narkoba ini dijatuhi hukuman mati,” ungkapnya saat menghadiri acara peresmian klinik Pratama Praja Nugraha BNN Kota Prabumulih.

Dikiatakannya, hukuman mati tersebut diberlakukan sebagai bentuk upaya memberikan efek jera bagi para bandar narkoba.

“Jadi nantinya jangan macam-macam di Kota Prabumulih karena bisa kena jerat hukuman mati. Kalau kita tidak ada keseriusan Prabumulih ini lahan empuk bagi pengedar dan bandar narkoba karena merupakan perlintasan dan menjadi market,” tuturnya.

Disinggung langkah konkret apa yang dilakukan Pemerintah Kota Prabumulih dalam mendukung program BNN dalam memberantas narkoba, mantan Ketua DPRD Kota Prabumulih ini mengatakan jika pemerintah siap memback up langkah langkah pihak terkait.

“Kita juga kerjasama dengan aparat terkait yang memang punya hak menangkap dan punya dasar hukum untuk mengadili. Jadi disini Kita membackup langkah langkah pihak terkait untuk melakukan pencegahan,” ujarnya.

Tak hanya itu, lanjut Wawako yang juga Ketua DPD PDIP Kota Prabumulih ini, pihaknya jugha memberikan sanksi tegas bagi pegawai negeri sipil (PNS) yang positif menggunakan narkoba.

“Aparatur kita yang teribat itu sudah kita sanksi, setelah kita tunggu beberapa hari tidak ada argumen atas hasil tes tersebut maka kita copot dari jabatannya,” jelasnya.

Fikri menerangkan dalam mengambil kebijakan terkait PNS positif narkoba pihaknya tidak semena mena, namun terlebih dahulu memberikan kesempatan kepada yang bersangkutan untuk membela diri.

“Jadi dari hasil tes urine kemarinkan kita beri kesemptan untuk mereka memberikan argumen misal apakah dalam suasana pengobatan, keterangan dokter ada, resep ada. pak Wali tidak asal terabas, kalau yang bersangkutan bisa memberikan argumen serta bukti yang jelas tidak akan dicopot. Sesuai komitmen, kita ingin pegawai bebas narkoba. Apalagi yang bersangkutan adalah panutan kalau dia tidak memberi contoh yang baik bagaimana bawahannya,” tambahnya(jn/net)




Tinggalkan Balasan