Tiga Kontraktor Bakal Kena Sanksi, Paket Proyek Pemprov Kepri Tak Siap di 2020

KEPRI, Surya Post

Tiga paket proyek pembangunan milik Pemprov Kepri tidak dapat selesai pada tahun 2020.Ketiga paket proyek pembangunan tersebut yaitu Pembangunan Jembatan Marok Tua, Kecamatan Singkep Pesisir, Kabupaten Lingga yang dikerjakan oleh PT Bintanika Jaya dengan anggaran Rp 13,6 miliar.Kemudian, Penataan Kawasan Pulau Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang yang dikerjakan CV Setia Buana dengan anggaran Rp 1,3 Miliar.Terakhir, Pembangunan Dermaga Kasu Barat Tahap III di Kota Batam yang dikerjakan oleh CV Jasa Mandiri dengan anggaran Rp 2,025 miliar.Gubernur Kepri Isdianto mengatakan ketiga proyek tersebut tidak selesai tepat waktu diakibatkan oleh faktor cuaca.

Sehingga, menghambat pengerjaan proyek pembangunan.GUBERNUR KEPRI – Gubernur Kepri Isdianto bersama Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah dan OPD terkait meninjau progres pembangunan jalan lingkar Gurindam 12 di Tepi Laut Tanjungpinang, Selasa (8/12). (TribunBatam.id/Istimewa)”Kami memaklumi, memang cuaca sekarang kan sering berubah-ubah. Kalau cuaca mendukung, pasti tepat waktu siapnya,” ujar Isdianto, Jumat (8/1).Saat ini, Pemprov Kepri telah memberikan tambahan waktu agar kontraktor dapat menyelesaikan proyek pembangunan di tiga daerah.”Sudah kita berikan tambahan waktu. Kita minta segera diselesaikan.Kalau tidak, kasihan masyarakat kita karena itu pembangunannya sangat penting,” kata mantan Kepala Dinas Pendapatan Kepri itu. Meski telah memberikan tambahan waktu, Isdianto menegaskan akan tetap memberikan sanksi denda kepada kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut.

“Sesuai aturan yang ada. Kalau mengerjakan proyek tidak selesai tepat waktu pasti ada sanksinya.Pasti mereka kami kenakan sanksi, meskipun cuaca menjadi alasan lambatnya pengerjaan proyek itu,” kata Isdianto.Isdianto menyebutkan, keterlambatan proyek ini menjadi pelajaran bagi Organisasi Perangkat Daerah.Pasalnya, dengan lambatnya siap proyek infrastruktur ini tentu membuat masyarakat kecewa.”Tentu kalau proyek lambat siap pasti masyarakat kecewa. Ini cobalah diresapi betul betul oleh Kepala OPD.Seharusnya ini tamparan keras bagi mereka. Saya ingatkan, agar pembangunan infrastruktur ini jangan main-main demi kepentingan masyarakat,” sebutnya.(TribunBatam)