Timbun Gas Melon, M Zamhari Diangkut Polisi

Lahat, Surya Post – Akhir-akhir ini persediaan sulitnya mendapatkan LPG 3 Kg atau sering disebut gas melon, imbas dari rencana Pemkab Lahat menerapkan kartu kendali bagi penerima manfaat gas bersubsidi, rupanya dimanfaatkan oleh M Zamhari (40). Pria berbadan gumpal ini mala melakukan penimbunan gas melon, dan dijual kembali melalui jalur terlarang ke masyarakat dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Tertangkapnya pria yang bermukim di Jl Jaksa Agung R Suprapto, Kelurahan Bandar Agung Kota Lahat ini, Unit Res Polsek Kota Lahat, yang menindak lanjuti laporan masyarakat. Didapat adanya 72 tabung gas melon, saat Anggora menggerbek kediaman M Zamhari.

“Pihak Polisi Lahat berhasil gerbek ditempat penimbun kemarin, Jumat (23/10) sekitar pukul 22.00 WIB. Ternyata Usaha M. Zamhari bukan pangkalan resmi, tersangka juga tidak memiliki Izin untuk melakukan Penyimpanan dan Penjualan Gas Bersubsidi ini,” ujar Kapolres Lahat, AKBP Achmad Gusti Hartono SIK, melalui Kapolsek Kota, Iptu Irsan, Sabtu (24/10/2020).

Dalam melancarkan aksi ilegal ini, M Zamhari rupanya bergerak melihat kondisi jalanan mulai sepi. Saat pengangkutan gas, tabung gas ditutupi tersangka menggunakan terpal, agar tidak terlihat petugas Kepolisian dan pihak terkait.

“Kita juga menyita satu unit sepeda motor jenis Honda Supra X 125 Nop BG 3758 EAF, yang sudah dimodif sebagai alat angkut mengantar gas, sebagai barang bukti,” terang Irsan didampingi Bripka Nifriansyah SH MM, anggota Unit Res Polsek Kota Lahat.

Irsan mengingatkan, masyarakat yang tidak memiliki izin untuk tidak memanfaatkan kondisi, dengan melakukan penimbunan dan penjualan gas bersubsidi ini. Apalagi sampai membuat masyarakat resah, karena harga yang ditawarkan sangat tinggi.

“Pengakuan tersangka gas melon itu dijual seharga Rp 30 ribu. Tersangka dan barang bukti sudah kita amankan untuk diproses lebih lanjut,” kata Nipri. (red)