Warga Desa Talang Buluh Tolak Bersatu Dengan Kotamadya Palembang

Banyuasin, Surya Post.

Guna Menolak untuk bergabung ke pemerintahan Kotamadya Palembang, Warga desa Talang Buluh Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin mendatangi kantor desa setempat, Kamis (21/5/3015) pagi. Dan menyuarakan aspirasinya.

Sukirno, warga setempat yang ikut dalam menyuarakan aspirasi itu mengatakan bahwa warga desa tetap menjadi warga Banyuasin, status yang selama ini diakui.

“Kami intinya menolak bergabung dengan Palembang. Kami warga Banyuasin,” ujarnya ditemui usai menggelar aspirasi secara spontan itu di rumahnya.

Pantauan Tribun Sumsel, di jalan depan kantor desa, terdapat tiga titik ban bekas yang dibakar warga. Selain itu spanduk dengan tanda tangan warga terpajang di pagar kantor desa. Kertas karton menyatakan penolakan bergabung dengan Palembang juga banyak dipajang di pagar tersebut.

Warga spontan mendatangi kantor lurah untuk menyuarakan keinginan mereka menolak bergabung dengan Palembang. Sebab selama ini, sejak desa itu ada sudah jadi bagian dari Banyuasin. Selain itu segala fasilitas baik itu jalan, gedung sekolah dan lain-lain juga berasal dari Pemkab Banyuasin.

Aksi ini merupakan puncak warga menolak bergabung. Isu Talang Buluh hendak masuk ke pemerintahan kota Palembang sudah berhembus sejak sepuluh tahun terakhir.

Aksi sendiri sekitar satu jam berlangsung dan tak sampai berakhir anarkis. Massa membubarkan diri setelah camat Talang Kelapa berjanji akan menyampaikan aspirasi warga..(jn/net) 




Tinggalkan Balasan