Warga Keluhkan Harga Raskin Rp 3.600 perkilo

Kayuagung, Surya Post.

Warga miskin di Desa Pematang Panggang, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mengeluhkan mahalnya harga beras miskin (raskin) yang dijual oleh

perangkat desa kepada masyarakat. Jika harga normal yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 1.600 per Kg, kini masyarakat miskin di desa tersebut harus membelinya dengan harga Rp 3.600 per Kg.

Seperti dikatakan salah seorang warga Pematang Panggang sebut saja Agus (56). Menurutnya, harga raskin yang dijual seharga Rp 3.600 per Kg dinilai terlalu mahal karena harga yang ditetapkan pemerintah hanya Rp 1.600 per Kg.  “Sebelumnya tidak semahal ini, sekarang untuk menebus 15 Kg raskin harus membayar Rp 55 ribu. Kami kan masyarakat miskin, jika harus mengeluarkan uang banyak tidak perlu membeli beras bulog,” ujar Agus, Selasa (21/4/2015).

Dikatakannya, sekarang ini beban masyarakat miskin semakin bertambah, selain kenaikan harga sembako akibat dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), masyarakat juga harus mengeluarkan uang Rp 55 ribu untuk menebus raskin. “Ya kebetulan lagi pegang uang, cuma kalau sedang tidak punya uang terpaksa kami tidak bisa makan karena tidak bisa menebus beras. Kami harap pemerintah bisa turun tangan menyelesaikan masalah ini, kalau tidak oknum yang ingin memperkaya diri sendiri bisa semakin berkuasa,” terangnya.

Menanggapi adanya keluhan dari masyarakat, Sekretaris Desa (Sekdes) Pematang Panggang, Husin membantah jika pihaknya menjual raskin seharga Rp 3.600 per Kg. “Kami tidak berani kalau menjual raskin sampai Rp 3.600 per Kg, tapi kalau antara Rp 2.800 – Rp 3.000 per Kg memang benar. Itu harga yang kami patok sampai di Kepala Dusun, karena jatah raskin untuk Desa Pematang Panggang saya disitribusikan hingga tingkat Kadus, warga nanti mengambil sendiri di rumah Kadus,” terangnya seraya mengatakan, jumlah dusun di Pematang Panggang berjumlah 8 dusun dengan jumlah RTS sebanyak 175 KK.

Menurutnya, harga yang ditetapkan hingga ke rumah Kadus sebesar Rp 3.000 per Kg merupakan harga yang masih dibilang wajar karena ada tambahan uang transportasi dan upah angkut. “Raskin ini kita ambil dari kecamatan sebanyak 2.625 Kg untuk 175 RTS, karena harus mengeluarkan uang sewa mobil, maka kita bebankan ke harga raskin. Tapi ini masih wajar dan sudah dimusyawarahkan terlebih dahulu, jika diluar harga itu kami tidak tahu. Mungkin juga ada oknum yang bermain,” bebernya.

Ditambahkannya, kuota raskin sebanyak 2.625 Kg per bulan untuk Desa Pematang Panggang dinilai tidak mencukupi. “Tahun 2013 lalu jumlah RTS disini Sebanyak 577 KK, tapi sekarang dikurangi menjadi 175 KK, jadi untuk mencukupi jumlah RTS kami berinisiatif mengambil jatah raskin 3 bulan sekali. Jadi setiap masyarakat miskin disini kebagian semua, kita sangat maklum dengan kondisi masyarakat miskin disini pak,” tandasnya.

Sementara itu, Kabag Ekonomi Setda OKI, Usansi ketika dikonfirmasi menyangkan adanya ulah oknum yang menjual raskin dengan harga yang terlampau tinggi. “Kami belum tahu informasi itu, coba nanti kita kroscek ke lapangan. Mengenai penetapan harga raskin, harus ada musyawarah terlebih dahulu antara masyarakat penerima dengan pengelola raskin. Itupun jangan terlampau tinggi, karena kasihan jika dibebankan kepada masyarakat,” tukasnya.

Hingga saat ini, memang biaya transportasi distribusi raskin hingga ke titik bagi masih dibebankan kepada masyarakat penerima. “Disinilah peluang oknum untuk bermain. Untuk masalah ini yang jelas akan segera kita selesaikan, jangan sampai masyarakat miskin semakin bertambah bebannya,” harapnya. (and)




Tinggalkan Balasan