WNI di UEA Ini Terancam Hukuman Mati

Jakarta, Surya Post.

Hukuman mati kembali mengancam warga Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai tenaga kerja (TKI) di luar negeri. Kali ini, hukuman mati itu dihadapi oleh Cicih Binti Aing Tolib di Uni Emirat Arab.

Menurut direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Indonesia (BHI) Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhammad Iqbal, Cicih divonis hukuman mati sejak tahun 2013 lalu akibat dituduh membunuh anak majikannya.

“Kami sudah memberikan pembela/pengacara , yang nanti pemerintah akan mendampingi dia (Cicih) di pengadilan kasasi,” ujar Iqbal kepada wartawan beberapa saat lalu.

Saat ini perwakilan RI yang mendampingi Cicih sedang fokus persiapan menghadapi pengadilan Kaasasi pada 19 Mei mendatang. Iqbal berharap, pengadilan kasasi itu menghasilkan putusan positif bagi WNI asal Karawang, Jawa Barat itu.

Menghadapi kemungkinan terburuk, pemerintah Indonesia juga tengah siap melakukan intervensi diplomatik lebih tinggi.

“Apakah mengirim surat ke Kepala Negara atau kunjungan pejabat tingkat tinggi. Kita lihat perkembangan pengadilan kasasi,” kata Iqbal

Pemerintah Indonesia melalui perwakilan Kemlu juga sudah menghubungi keluarga korban untuk meminta pemaafan. Upaya itu dilakukan setelah perwakilan Kemlu memberikan bantuan kekonsuleran dan hukuim kepada Cicih.

Namun sejauh ini, pihak keluarga korban belum memberikan pemaafan. Iqbal menambahkan, upaya pembelaan hukum yang dilakukan terhadap Cicih sendiri menemui kendala. Contohnya soal inkonsistensi yang ditunjukkan Cicih saat memberikan pengakuan.

“Karena awal dia sudah mengakui membunuh, membentur – benturkan kepala, sekarang dia bilang tidak membunuh tapi tidak sengaja menjatuhkan bayi itu. Kita tunggu visum terakhir,” keluh Iqbal.(jn/net)




Tinggalkan Balasan